Tolak Amplop di Meja Birokrasi, Klaten Makin Berintegritas

Pemerintah Kabupaten Klaten berkolaborasi dengan KPK meluncurkan kampanye tegas menolak suap dan pungli demi mewujudkan pelayanan publik yang transparan dan berintegritas.

Tolak Amplop di Meja Birokrasi, Klaten Makin Berintegritas

Bayangkan Anda datang mengurus dokumen penting ke kantor pemerintahan, lalu tiba-tiba disodori pertanyaan klasik bernada kode: "Mau cepet, atau yang biasa aja?" Di Kabupaten Klaten, tradisi usang macam ini sedang disapu bersih. Lewat kolaborasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pemerintah Kabupaten Klaten kini menancapkan standar baru: pelayanan hebat itu murni soal integritas, bukan tentang seberapa tebal isi amplop di bawah meja.

Kampanye bertajuk Pariwara Antikorupsi ini menyasar langsung ke akar budaya birokrasi yang kerap membuat masyarakat jengah. Slogannya lugas tanpa tedeng aling-aling: Nggak Perlu Suap, Pelayanan Udah Mantap! Pemerintah daerah sadar betul bahwa pungutan liar (pungli) bukan sekadar beban ekstra bagi warga, melainkan sebuah tindak kejahatan yang merendahkan martabat dan harga diri pelayan publik.

Mematahkan kebiasaan lama memang bukan perkara mudah, tapi kampanye ini menyodorkan skenario keteladanan yang jelas. Ketika ada warga yang mencoba menyodorkan uang dengan dalih pelicin kelancaran, petugas kini didorong untuk berani menolak dengan tegas. "Maaf, tidak perlu, kami layani sesuai aturan ya," menjadi kalimat sakti yang wajib diterapkan di setiap loket pelayanan, membuktikan bahwa dedikasi melayani murni dari hati, bukan demi keuntungan pribadi.

Untuk memastikan gerakan ini bukan sekadar macan kertas, maskot Sigi (Siaga Integritas) turut dihadirkan sebagai simbol perlawanan terhadap korupsi. Warga yang masih tersandung oknum nakal peminta pungutan kini difasilitasi jalur cepat pengaduan. Laporan bisa langsung dilayangkan ke layanan WhatsApp "Lapor Mas Bup" di nomor 08 567 567 333 atau lewat Aduan Inspektorat di 0851 2996 8864.

Membersihkan birokrasi dari budaya upeti jelas butuh keberanian kolektif, dan Klaten sudah menekan tombol mulainya hari ini. Ke depan, deretan loket pelayanan di kota ini bersiap membuktikan bahwa jalur 'orang dalam' atau uang rokok akan segera masuk buku sejarah, digantikan oleh budaya kerja yang bersih, transparan, dan penuh prestasi.

--

(ace/dishubklt)

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0