Siap-Siap, Rekayasa Lalu Lintas Sambut Kajian Akbar UAS

Rapat koordinasi digelar untuk persiapan Kajian Akbar Ustadz Abdul Shomad di GOR Klaten. Area GOR disterilkan dan sejumlah kantong parkir alternatif disiapkan untuk mencegah kemacetan.

Siap-Siap, Rekayasa Lalu Lintas Sambut Kajian Akbar UAS
Siap-Siap, Rekayasa Lalu Lintas Sambut Kajian Akbar UAS
Siap-Siap, Rekayasa Lalu Lintas Sambut Kajian Akbar UAS

Ribuan jamaah diprediksi akan membanjiri Gelanggang Olahraga (GOR) Klaten akhir pekan ini, memaksa pihak berwajib menerapkan kebijakan sterilisasi area secara ketat. Kawasan depan hingga bagian dalam GOR dipastikan haram bagi parkir kendaraan umum demi mengamankan Kajian Akbar yang akan menghadirkan Ustadz Abdul Shomad, Ustadz Salim A Fillah, dan Ustadz Lukmanul Hakim. Keputusan ini diambil agar lautan manusia yang datang tidak memicu kelumpuhan total di pusat olahraga tersebut.

Strategi krusial ini digodok langsung di ruang rapat Polresta Klaten, mempertemukan jajaran kepolisian, Dinas Perhubungan (Dishub), dan panitia dari Yayasan Guru Ngaji Berdaya. Rapat koordinasi teknis yang berlangsung intens tersebut fokus pada skenario pengendalian massa pasca waktu Dzuhur. "Pengaturan lalu lintas nanti sifatnya tentatif melihat kepadatan, dan kami meminta Dishub menurunkan 12 personel khusus untuk mengawal kelancaran di lapangan," ungkap perwakilan bidang lalu lintas dalam rapat tersebut.

Untuk mencegah penumpukan kendaraan, tim gabungan telah memecah konsentrasi kantong parkir ke sejumlah titik strategis di sekitar lokasi. Kendaraan para jamaah akan diarahkan menyebar ke area Masjid Annur, Masjid Al Aqsha, Monumen Juang 45, SMA 3, sekitar Kotabaru Motor, hingga memaksimalkan jalur lambat di Jalan Veteran. Sementara itu, tamu VIP mendapat akses eksklusif masuk melalui gerbang timur GOR dengan fasilitas parkir khusus tepat di depan lapangan tenis.

Di balik matangnya persiapan fisik, rapat lintas instansi ini juga menyoroti celah regulasi yang rawan dimanfaatkan oknum juru parkir dadakan. Pihak Polresta Klaten secara gamblang mendesak perlunya evaluasi Peraturan Bupati (Perbup) terkait tarif parkir agar lebih relevan dengan dinamika riil saat ini, meski panitia menjamin tarif selama event tetap berpatokan pada Perda dengan pengawasan aparat. Jika rekomendasi penyesuaian regulasi ini dibiarkan mengendap, Klaten akan terus gagap meredam potensi pungli setiap kali menjadi tuan rumah perhelatan akbar.

--

(ace/dishubklt)

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0