Integritas Bukan Cuma Konten, Klaten Tantang Warga Beraksi Nyata!

Pemerintah Kabupaten Klaten bersama KPK meluncurkan kampanye Pariwara Antikorupsi. Gerakan ini menantang masyarakat dan birokrat untuk menjadikan integritas sebagai aksi nyata, bukan sekadar konten pencitraan di media sosial.

Integritas Bukan Cuma Konten, Klaten Tantang Warga Beraksi Nyata!

Pernahkah Anda melihat seseorang berkoar-koar soal kejujuran di media sosial, tapi diam-diam masih menyelipkan uang 'pelicin' saat mengurus dokumen? Fenomena ironis inilah yang kini sedang dibabat habis oleh Pemerintah Kabupaten Klaten lewat gerakan Pariwara Antikorupsi. Menggandeng KPK, Klaten menabuh genderang perang melawan korupsi gaya baru: korupsi yang bersembunyi rapi di balik topeng pencitraan.

Lewat pesan menohok "Integritas Bukan Cuma di Atas Kertas", kampanye ini menyentil kebiasaan masyarakat dan oknum pejabat yang sering menjadikan antikorupsi sebatas story di Instagram atau status WhatsApp. Padahal, integritas butuh pembuktian. Gerakan ini menantang setiap individu untuk berani 'upgrade' diri dengan mempraktikkan sembilan nilai utama secara konsisten, mulai dari jujur, mandiri, hingga berani dan kerja keras.

"Integritas dan antikorupsi itu aksi, bukan sekadar narasi," tulis pesan tegas dalam kampanye tersebut. Ungkapan ini menjadi alarm keras untuk segera menghentikan empat penyakit kronis birokrasi yang masih sering mengintai, yakni gratifikasi, nepotisme, suap, dan pungutan liar (pungli). Tidak ada lagi ruang untuk basa-basi saat hak dan kepercayaan publik dipertaruhkan.

Untuk memastikan gerakan ini tak sekadar jadi macan ompong, Pemkab Klaten juga membuka kanal pengaduan langsung bagi masyarakat. Warga yang menemukan indikasi kecurangan, pungli, atau suap kini bisa langsung melapor ke saluran "Lapor Mas Bup" di 08567567333 atau Aduan Inspektorat di 085129968864. Transparansi kini ada di ujung jari masyarakat, mengubah warga dari sekadar penonton menjadi pengawas aktif.

Membangun ekosistem birokrasi dan masyarakat yang bersih jelas bukan pekerjaan semalam. Kini, bola panas ada di tangan kita masing-masing. Pertanyaannya bukan lagi seberapa kencang kita meneriakkan slogan antikorupsi di dunia maya, tapi seberapa berani kita menolak amplop pertama yang disodorkan secara diam-diam di bawah meja.

--

(ace/dishubklt)

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0