Dari Yogyakarta ke Klaten, Pengawalan Penuh Kehormatan

Dinas Perhubungan Klaten mengatur lalu lintas pada acara Anjangsana Bupati dan Wakil Bupati Sepuh, rangkaian Hari Jadi ke-222 Klaten dan HUT ke-81 RI 2026.

Dari Yogyakarta ke Klaten, Pengawalan Penuh Kehormatan
Dari Yogyakarta ke Klaten, Pengawalan Penuh Kehormatan
Dari Yogyakarta ke Klaten, Pengawalan Penuh Kehormatan
Dari Yogyakarta ke Klaten, Pengawalan Penuh Kehormatan
Dari Yogyakarta ke Klaten, Pengawalan Penuh Kehormatan
Dari Yogyakarta ke Klaten, Pengawalan Penuh Kehormatan
Dari Yogyakarta ke Klaten, Pengawalan Penuh Kehormatan

Tujuh petugas berjaga sejak pagi di sebuah rumah di Yogyakarta, jauh dari pusat Kabupaten Klaten, demi memastikan satu momen penuh penghormatan berjalan tanpa hambatan. Ini bukan pengamanan pejabat biasa, melainkan tradisi tahunan yang jarang tersorot media: kunjungan silaturahmi resmi kepada para mantan pemimpin daerah yang telah purna tugas.

Jumat, 24 Juli 2026, Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten menerjunkan puluhan personel untuk mengawal rangkaian acara "Anjangsana Bupati dan Wakil Bupati Sepuh" , bagian dari rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-222 Klaten dan HUT ke-81 RI. Rute pertama menuju kediaman Kolonel Artileri (Purn) Soehardjono di Condongcatur, Sleman, Yogyakarta, disusul kunjungan ke Joglo Sunyan, Buntalan, kediaman pasangan pejabat sepuh Klaten . Surat Tugas Nomor 800.1.11.1/846/2026/24 yang diteken Kepala Dishub Supriyono, S.Sos., menegaskan misi ini murni soal pengaturan lalu lintas, memastikan rombongan bergerak lancar dari satu titik ke titik berikutnya tanpa gangguan.

Di lapangan, tim dibagi rapi: satu kelompok fokus di lokasi kunjungan luar kota, kelompok lain menjaga rute lokal Joglo Sunyan, sementara tim patroli bergerak dinamis memantau seluruh jalur perjalanan . "Rutenya jelas, dari kediaman Bapak Soehardjono, sholat Jumat, lalu lanjut ke Joglo Sunyan, semua harus sinkron waktunya," demikian arahan koordinator lapangan sesuai jadwal resmi yang tertuang dalam lampiran surat tugas. Koordinasi lintas kabupaten seperti ini menuntut ketepatan waktu ekstra, sebab jalur menuju Sleman jauh berbeda karakter dari jalan-jalan Klaten yang biasa mereka kendalikan.

Momen anjangsana semacam ini mungkin tak seramai upacara besar, tapi maknanya justru lebih dalam, sebuah penghormatan generasi muda birokrasi kepada para pendahulu yang pernah memimpin daerah . Tradisi menjaga silaturahmi lintas generasi ini pun jadi pengingat bahwa kaderisasi kepemimpinan daerah tak pernah lepas dari akar sejarahnya sendiri.

Selama Klaten masih menghormati jejak para pemimpinnya, anjangsana seperti ini akan terus jadi agenda yang dijaga ketat setiap tahun, jauh dari sorotan namun penuh arti.

--

(ace/dishubklt)

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0