#berteMUDIKlaten! 11 Bus Diberangkatkan dari Klaten, Siap Jemput Ratusan Perantau di TMII Jakarta
Sabtu sore, 14 Maret 2026, Terminal Tipe A Ir. Soekarno Klaten jadi titik start sebuah misi mulia. Bupati Klaten bersama jajaran FORKOPIMDA secara resmi melepas 11 armada bus kosong yang siap tancap gas ke Jakarta , menjemput ratusan perantau asal Klaten yang sudah menanti di TMII untuk pulang kampung gratis. Tidak perlu keluar biaya. Cukup bawa tas, bawa rindu, dan siap pulang ke Klaten.
Sebelas bus besar keluar dari Terminal Tipe A Ir. Soekarno Klaten pada Sabtu malam, 14 Maret 2026. Kursi-kursinya masih kosong , tapi justru di situlah nilainya. Bus-bus itu berangkat bukan untuk mengangkut, melainkan untuk menjemput. Menjemput warga Klaten yang sudah berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun merantau di Jakarta dan sekitarnya, untuk akhirnya bisa pulang kampung tanpa harus memikirkan ongkos.
Itulah semangat di balik program Mudik Gratis Lebaran Tahun 2026 / 1447 H yang digelar oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten.
Bupati Klaten Lepas Langsung, FORKOPIMDA Hadir Lengkap
Acara pelepasan dimulai pukul 16.30 WIB dan berlangsung khidmat di halaman Terminal Tipe A Ir. Soekarno Klaten. Bupati Klaten hadir langsung memimpin jalannya acara, memberikan sambutan hangat sebelum secara ceremonial melepas keberangkatan armada pada pukul 18.30 WIB.
Tak sendiri, Bupati ditemani jajaran FORKOPIMDA yang hadir lengkap: Pj. Sekretaris Daerah, Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, Kapolres Klaten, dan Komandan Kodim 0723/Klaten. Kehadiran mereka bukan sekadar seremonial , ini sinyal kuat bahwa Pemkab Klaten serius berkomitmen pada program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat bawah.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten, Supriyono, S.Sos., beserta seluruh jajaran pejabat struktural Dishub , Sekretaris Dinas, Kepala Bidang, para Kepala Seksi, dan Kasubag , turut hadir mendukung penuh kelancaran acara dari awal hingga akhir.
Bus Kosong yang Penuh Makna
Sebelas bus meninggalkan Klaten malam itu dengan kursi yang masih lengang. Tapi setiap jengkal perjalanan ke Jakarta itu membawa misi yang jelas: tiba di TMII (Taman Mini Indonesia Indah) pada 16 Maret 2026 untuk menjemput para perantau Klaten yang sudah menunggu dengan tas penuh oleh-oleh dan hati penuh kerinduan.
Di sinilah momen harunya terjadi ,bukan di Klaten, melainkan di halaman TMII Jakarta. Di sanalah para perantau itu akan naik bus, meninggalkan hiruk-pikuk ibu kota, dan memulai perjalanan pulang ke kampung halaman yang sudah lama dirindukan.
Para peserta adalah warga berdomisili Klaten yang bekerja di sektor informal di wilayah Jabodetabek. Pendaftaran dibuka 4 Februari hingga 4 Maret 2026, dengan ketentuan maksimal 4 orang dalam satu KK. Mereka mendaftar melalui online via web Pedamateng dan Aplikasi JNN, atau lewat koordinator lapangan di wilayah Jabodetabek, serta langsung ke Dishub Klaten.
Tim Dishub Ikut ke Jakarta, Pastikan Semua Aman
Dishub Klaten tidak melepas begitu saja armada yang berangkat malam itu. Dua pejabat ditugaskan khusus untuk ikut serta mendampingi proses penjemputan langsung di TMII Jakarta, yakni Kasie Angkutan Orang, Barang dan Terminal (AOBT), Kasie Teknis Keselamatan Sarana Angkutan (TKSA), dan tim angkutan Dishub Klaten.
Mereka akan memastikan proses naik kendaraan di titik penjemputan berjalan tertib, seluruh peserta terakomodir dengan baik, dan armada membawa warga Klaten pulang dengan selamat.
Pulang Itu Hak Semua Orang
Bagi pekerja informal di perantauan, biaya mudik bisa jadi batu sandungan yang berat. Harga tiket bus, kereta, atau pesawat menjelang Lebaran selalu melonjak. Di situlah program Mudik Gratis hadir ,bukan sebagai belas kasihan, tapi sebagai bentuk nyata kehadiran negara untuk warganya.
Dengan tagline #berteMUDIKlaten yang sudah ramai di media sosial, program ini menjadi pengingat bahwa jarak ribuan kilometer antara Jakarta dan Klaten bisa dipangkas oleh satu keputusan sederhana pemerintah: sediakan busnya, berangkatkan ke sana, dan jemput mereka pulang. Gratis.
Klaten membuktikan , negara hadir bukan hanya di atas kertas, tapi nyata terasa di setiap tempat duduk bus yang membawa warganya pulang.
Klaten Keren, Dishub Beken! Selamat Mudik ,Sampai di Klaten dengan Selamat!
--
(ace/dishubklt)
What's Your Reaction?



