Titik Jemput Ojol Stasiun Klaten Diserobot Parkir Resto? Dishub Klaten Langsung Turun Tindak Lanjuti!
Driver ojol mengeluhkan titik jemput di Stasiun Klaten yang penuh parkir mobil dari restoran sekitar, bahkan ditarik retribusi parkir saat berhenti. Tim Parkir Dishub Klaten langsung berkoordinasi dan masalah selesai! Simak kronologinya.
Driver Ojol Ngeluh Titik Jemput Stasiun Klaten Diserobot Parkir Resto , Dishub Langsung Gerak!
Keluhan itu datang dari para driver ojek online, khususnya layanan car (mobil). Titik jemput penumpang yang sudah ditetapkan di area Stasiun Klaten tiba-tiba sesak. Mobil-mobil terparkir memenuhi zona yang seharusnya jadi ruang tunggu dan penjemputan penumpang, dan ternyata mayoritas kendaraan itu berasal dari pelanggan restoran di sekitar stasiun.
Belum cukup sampai di situ. Para driver car yang berhenti di titik penjemputan yang sudah resmi ditetapkan pun ikut ditarik retribusi parkir oleh juru parkir setempat. Padahal mereka bukan parkir , mereka sedang menjalankan tugasnya menjemput penumpang. Wajar kalau mereka protes.
Aduan ini masuk dan langsung direspons.
Dishub Klaten Nggak Tinggal Diam
Selasa, 17 Maret 2026, Tim Parkir Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten turun langsung ke lokasi. Bukan untuk berdebat, tapi untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang paling efektif: koordinasi dan komunikasi.
Tim menemui langsung pihak juru parkir (jukir) sekaligus pemilik restoran (owner) terkait yang selama ini ditengarai jadi sumber permasalahan. Dialog dilakukan, duduk bersama, dan hasilnya konkret.
Dua Komitmen yang Dipegang
Dari pertemuan koordinasi tersebut, ada dua poin kesepakatan yang ditegaskan dan disanggupi oleh pihak restoran maupun juru parkir:
1. Parkir Ditata Sesuai Tempatnya
Pihak restoran menyanggupi untuk menata kendaraan pelanggan mereka sesuai dengan lahan parkir yang sudah disediakan oleh resto. Tidak lagi meluber ke zona titik jemput ojol yang sudah ditetapkan.
2. Driver Ojol Bebas dari Tarikan Parkir
Juru parkir berkomitmen untuk tidak lagi menarik retribusi parkir kepada driver ojek online , khususnya layanan car , yang berhenti di titik penjemputan resmi yang sudah ditetapkan. Titik itu bukan area parkir, dan driver ojol yang berhenti di sana sedang menjalankan operasional layanan, bukan memarkir kendaraan.
Beres! Lancar, Aman, Terkendali
Kegiatan koordinasi berjalan kondusif. Tidak ada konfrontasi, tidak ada ketegangan yang perlu dikhawatirkan. Semua pihak , tim Dishub, juru parkir, dan pihak restoran , bergerak dalam satu semangat yang sama: menciptakan ketertiban yang adil dan nyaman bagi semua.
Titik jemput ojol di Stasiun Klaten kini kembali ke fungsinya semula. Driver bisa menjemput penumpang tanpa gangguan, tanpa tarikan parkir yang tidak semestinya. Penumpang pun bisa langsung menemukan kendaraan jemputan mereka tanpa harus memutar atau menunggu di tempat yang sempit.
Soal Retribusi Parkir: Ini Aturannya
Perlu dipahami oleh semua pihak , baik juru parkir, pengemudi, maupun masyarakat umum , bahwa retribusi parkir hanya berlaku untuk kendaraan yang benar-benar melakukan aktivitas parkir di titik yang sudah ditetapkan sebagai area parkir tepi jalan umum (TJU). Driver ojol yang berhenti sejenak di titik penjemputan resmi tidak masuk dalam kategori parkir dan tidak bisa dikenai tarif.
Ini bukan sekadar kebijakan Dishub Klaten ,ini soal keadilan dan kepatuhan terhadap aturan yang sudah ada. Semua pihak wajib memahaminya.
Pesan untuk Driver Ojol dan Warga Klaten
Kalau masih menemukan situasi serupa , titik jemput diokupasi, atau dikenai parkir di zona yang bukan area parkir , jangan cuma diam atau share di grup WhatsApp saja.
Laporkan langsung ke Dishub Klaten:
-
WhatsApp Pengaduan: 0856-7567-333 / 0857-1278-3670 (Chat Only)
-
Instagram: @dishubklaten
-
Website: dishub.klaten.go.id
-
LaporMasBup: lapormasbup.klaten.go.id
Satu laporan dari kamu bisa bikin ribuan driver dan penumpang lebih nyaman. Dishub Klaten ada untuk itu.
Klaten Keren, Dishub Beken.
--
(ace/dishubklt)
What's Your Reaction?




