RUP 2026 Siap! Dishub Klaten Ikut Reviu Bareng Diskominfo, Transparan Gas Pol!
Dishub Klaten hadiri reviu RUP TA 2026 di Diskominfo. Kasubag PK Wahyu dan admin RUP Ghina jadi perwakilan. Transparansi pengadaan barang jasa jadi prioritas utama!
Kasubag PK Wahyu dan admin RUP Ghina mewakili Dishub Klaten di reviu RUP TA 2026 di Diskominfo. Cuma setengah jam (10.30-11.00), tapi impact-nya buat transparansi pengadaan barang jasa sangat besar!
Ngomongin perencanaan pengadaan barang dan jasa, nggak bisa asal-asalan. Itu yang bikin Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten langsung sigap ketika Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Klaten ngirim undangan reviu Rencana Umum Pengadaan (RUP) Tahun Anggaran 2026. Undangan bernomor B/000.3.5/57/2026/06 tanggal 18 Januari 2026 ini bukan sekadar surat biasa, tapi panggung buat jaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan uang rakyat.
Jadwal untuk Dishub Klaten? Selasa, 20 Januari 2026, jam 10.30 sampai 11.00 WIB. Cuma setengah jam? Iya. Tapi setengah jam itu penuh dengan data, analisis, dan komitmen untuk pengadaan yang efisien, efektif, dan bebas dari permasalahan.
Siapa yang Hadir? Tim Inti Dishub Klaten
Nggak perlu rombongan besar. Yang penting tim yang paham betul soal RUP. Bapak Wahyu, Kasubag Perencanaan dan Keuangan (PK) dan Sdr Ghina, admin RUP jadi duta Dishub Klaten di Ruang Rapat Diskominfo Lantai 2. Mereka datang bukan cuma untuk dengerin, tapi untuk presentasi, justifikasi, dan verifikasi setiap paket pengadaan yang sudah direncanakan.
Wahyu yang udah malang melintang di dunia perencanaan dan penganggaran bilang, "Reviu ini penting banget. Kita jadi punya kesempatan untuk memastikan semua perencanaan pengadaan kita sudah akurat, efisien, dan sesuai dengan prioritas pembangunan."
Ghina yang ngurus data RUP sehari-hari menambahkan, "Ini juga buat kita belajar dari OPD lain. Siapa tahu ada best practice yang bisa kita adopsi buat lebih baik lagi."
Kenapa Reviu RUP Itu Penting Banget?
RUP itu ibarat peta perjalanan pengadaan barang dan jasa selama setahun. Kalau peta salah, ya arahnya bisa nyasar. Kalau perencanaan ngasal, uang bisa terbuang, proyek bisa molor, dan yang paling penting: pelayanan publik jadi terganggu.
Reviu RUP ini jadi momen kritis untuk:
-
Mastikan semua paket pengadaan sudah relevan dengan kebutuhan dan prioritas Dishub Klaten
-
Validasi estimasi harga dan spesifikasi supaya nggak over budget atau under spec
-
Cek kesiapan dokumen (terms of reference, dokumen lelang, dsb.)
-
Harmonisasi antar-OPD supaya nggak ada pengadaan yang saling tumpang tindih atau redundan
Gaya 2026: Transparan, Akuntabel, Cepat
Tahun 2026 ini, kabupaten Klaten ngusung tema "Transparansi dan Akuntabilitas Pengadaan". Rev RUP ini adalah bentuk nyata dari tema itu. Bukan cuma slogan, tapi aksi konkret.
Setengah jam mungkin terdengar singkat. Tapi dengan persiapan matang dari tim Dishub Klaten, semua poin penting tersampaikan. Dokumen lengkap, data akurat, dan justifikasi kuat. Tidak ada yang ditutup-tutupi. Semua terbuka untuk dievaluasi dan dikoreksi kalau memang perlu.
Apa yang Dibahas di Meja Reviu?
Meski waktu terbatas, agenda padat. Tim Dishub Klaten membahas:
-
Paket pengadaan barang: peralatan pendukung operasional, perbaikan infrastruktur
-
Paket pengadaan jasa: konsultasi, pelatihan, pemeliharaan sistem
-
Estimasi biaya dan sumber dana: APBD, transfer, dan hibah
-
Jadwal pelaksanaan: kapan harus mulai, kapan harus selesai
-
Kriteria evaluasi: bagaimana memilih pemenang yang tepat
Semua ini dilihat dari sudut pandang value for money: apakah uang yang dikeluarkan benar-benar menghasilkan manfaat maksimal untuk masyarakat.
Tantangan dan Strategi
Tantangan terbesar di 2026: keterbatasan anggaran vs kebutuhan yang meningkat. Tapi tim Dishub Klaten sudah punya strategi:
- Prioritaskan paket yang langsung impact ke pelayanan publik (pemeliharaan jalan, perbaikan PJU, peningkatan angkutan umum)
- Efisiensi melalui penggabungan paket yang sifatnya sama
- Manfaatkan teknologi digital untuk proses lelang yang lebih transparan
- Perkuat koordinasi dengan OPD terkait untuk shared procurement kalau memungkinkan
Quote dari Kasubag PK
Selesai reviu, Wahyu share pengalamannya, "Prosesnya intensif tapi sehat. Kita diajak untuk lebih kritis melihat perencanaan kita sendiri. Kalau ada yang kurang, ya disesuaikan. Ini bukan soal "kalah" atau "menang", tapi soal bagaimana pengadaan di Klaten jadi lebih baik."
Transparansi Bukan Sekadar Kata
Rev RUP TA 2026 ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah manifestasi komitmen Dishub Klaten untuk pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan efisien. Dari perencanaan yang matang akan lahir pelaksanaan yang lancar. Dari transparansi yang tinggi akan lahir kepercayaan masyarakat yang kuat.
Tahun 2026, Dishub Klaten siap buktikan kalau pengadaan barang dan jasa bisa jadi contoh baik untuk OPD lain. Bukan cuma soal belanja, tapi soal investasi untuk pelayanan publik yang lebih baik.
Challenge accepted. Dan challenge ini akan kita menangkan bersama.
--
(ace/dishubklt)
What's Your Reaction?




