Dishub Klaten Kawal Rapat UKL-UPL Eksplorasi Tambang Sirtu PT. Kedung Arta Lestari di Kemalang

Dinas Perhubungan Klaten hadiri rapat pemeriksaan UKL-UPL tahap eksplorasi pertambangan sirtu PT. Kedung Arta Lestari di Desa Balerante dan Panggang, Kemalang. Keselamatan jalan dan pencegahan ODOL jadi fokus utama.

Dishub Klaten Kawal Rapat UKL-UPL Eksplorasi Tambang Sirtu PT. Kedung Arta Lestari di Kemalang
Dishub Klaten Kawal Rapat UKL-UPL Eksplorasi Tambang Sirtu PT. Kedung Arta Lestari di Kemalang
Dishub Klaten Kawal Rapat UKL-UPL Eksplorasi Tambang Sirtu PT. Kedung Arta Lestari di Kemalang

Lagi-Lagi Dishub Klaten Turun Kawal Rapat UKL-UPL! Kali Ini Soal Eksplorasi Tambang Sirtu PT. Kedung Arta Lestari di Kemalang

Belum lama Dishub Klaten mengawal rapat UKL-UPL untuk CV. Davan Putra dan PT. Putra Muki Rahayu, sekarang giliran PT. Kedung Arta Lestari yang dokumennya diperiksa. Konsisten banget ya, tim kita nggak pernah absen kalau urusan keselamatan di jalan.

Selasa, 10 Februari 2026, perwakilan Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten hadir di Ruang Rapat Adipura, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Klaten, Jl. Rinjani No. 99 Gayamprit. Rapat dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri lintas sektor , dari pemerintah daerah, desa, perwakilan masyarakat, sampai pihak perusahaan.

Agenda rapatnya cuma satu tapi berat bobotnya: pemeriksaan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) untuk kegiatan tahap eksplorasi pertambangan komoditas kerikil berpasir alami alias sirtu di Desa Balerante dan Desa Panggang, Kecamatan Kemalang.

Kenapa Dishub Harus Ikut Duduk di Meja Rapat Ini?

Jawabannya simpel: karena tambang sirtu itu bukan cuma soal galian. Ada truk-truk besar yang bakal keluar masuk area tambang lewat jalan di Kemalang. Ada rute angkutan yang harus dianalisis. Ada potensi kelebihan muatan atau ODOL (Over Dimension Over Loading) yang bisa bikin jalan rusak dan membahayakan pengendara lain.

Dishub Klaten lewat Bidang Lalu Lintas, khususnya Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) dan PJU, punya peran penting untuk memastikan bahwa aspek transportasi dan keselamatan jalan sudah masuk dalam perhitungan sejak awal. Bukan nunggu jalan rusak dulu baru ribut, tapi dari tahap eksplorasi sudah diantisipasi.

Ini prinsip yang sama dengan rapat UKL-UPL sebelumnya: hadir di awal, kawal dari hulu.

13 Instansi Duduk Bareng, Offline dan Online

Rapat kali ini melibatkan 13 instansi dan pihak yang diundang. Sepuluh hadir langsung di ruangan, tiga bergabung lewat Zoom Meeting.

Yang hadir offline antara lain Dinas Penanaman Modal dan PTSP, Dinas PUPR, Dishub Klaten, Camat Kemalang, Kepala Desa Balerante dan Panggang, BPD kedua desa, perwakilan pemilik lahan, serta Direktur PT. Kedung Arta Lestari sendiri.

Sementara yang online ada Kepala ESDM Cabang Merapi, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, dan Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah.

Komposisi pesertanya lengkap. Dari yang ngurus perizinan, yang ngawasin lingkungan, yang jaga jalan, sampai masyarakat yang terdampak langsung. Semua duduk di satu meja.

Desa Balerante dan Panggang: Lokasi Strategis di Lereng Merapi

Buat yang belum tahu, Desa Balerante dan Desa Panggang itu ada di Kecamatan Kemalang, wilayah lereng Gunung Merapi bagian selatan. Potensi sumber daya mineral di sini memang besar, terutama sirtu yang merupakan material penting buat pembangunan infrastruktur.

Tapi di sisi lain, aksesnya lewat jalan-jalan yang juga dipakai warga sehari-hari. Makanya pemeriksaan UKL-UPL ini bukan formalitas belaka. Setiap aspek harus diteliti: dampak terhadap lingkungan, dampak terhadap sosial masyarakat, dan tentu saja dampak terhadap lalu lintas.

Apa yang Jadi Fokus Dishub?

Merujuk pada pola yang sama dengan rapat UKL-UPL sebelumnya, ada beberapa poin yang jadi perhatian utama Dishub:

Pertama, keselamatan jalan di rute angkutan. Truk pengangkut sirtu bakal melewati jalan-jalan di Kemalang yang notabene bukan jalan lebar. Perlu ada analisis dampak lalu lintas yang detail.

Kedua, pencegahan ODOL. Ini sudah jadi concern nasional. Truk kelebihan muatan bukan cuma merusak jalan, tapi juga jadi ancaman serius buat keselamatan pengendara lain. Dishub memastikan komitmen zero ODOL sudah masuk dalam dokumen UKL-UPL.

Ketiga, sosialisasi ke masyarakat. Warga di sekitar rute angkutan harus tahu dan paham soal aktivitas ini, termasuk jam operasional, rute yang dipakai, dan mekanisme pengaduan kalau ada masalah.

Keempat, koordinasi antar instansi. Dishub nggak bekerja sendiri. Ada PUPR yang ngurus kondisi jalan, ada ESDM yang ngawasin aktivitas tambang, ada DLH yang jaga lingkungan. Semuanya harus sinkron.

Bukan Baru Pertama, dan Pasti Bukan yang Terakhir

Ini sudah kali kedua dalam waktu dekat Dishub Klaten hadir di rapat UKL-UPL terkait pertambangan sirtu. Sebelumnya untuk CV. Davan Putra dan PT. Putra Muki Rahayu, sekarang untuk PT. Kedung Arta Lestari. Dan selama masih ada rencana eksplorasi tambang di wilayah Klaten, Dishub bakal terus hadir mengawal.

Ini bukan soal ikut-ikutan rapat. Ini soal tanggung jawab. Karena setiap truk yang lewat di jalan itu urusan kita. Setiap potensi bahaya di jalan itu concern kita. Dan setiap keselamatan warga di jalan itu prioritas kita.

Klaten Keren, Dishub Beken!

--

(ace/dishubklt)

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0