Kasie AOBT Dishub Klaten Ikut Zikir Massal di Tulung, Ternyata Ini Manfaatnya Bagi Pelayanan Publik

Kasie AOBT Taru Kalpiya mewakili Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten hadir dalam acara Klaten Berdzikir dan Bersholawat di Lapangan Majegan, Tulung, pada 28 November 2025. Acara zikir massal ini dihadiri ribuan warga dan pejabat daerah.

Kasie AOBT Dishub Klaten Ikut Zikir Massal di Tulung, Ternyata Ini Manfaatnya Bagi Pelayanan Publik
Kasie AOBT Dishub Klaten Ikut Zikir Massal di Tulung, Ternyata Ini Manfaatnya Bagi Pelayanan Publik
Kasie AOBT Dishub Klaten Ikut Zikir Massal di Tulung, Ternyata Ini Manfaatnya Bagi Pelayanan Publik
Kasie AOBT Dishub Klaten Ikut Zikir Massal di Tulung, Ternyata Ini Manfaatnya Bagi Pelayanan Publik

Jumat malam, 28 November 2025 lalu, Lapangan Majegan di Kecamatan Tulung jadi saksi bisu ritual zikir dan sholawat massal. Ribuan warga hadir dalam acara Klaten Berdzikir dan Bersholawat atau yang akrab disebut KBBS. Di antara mereka yang hadir, ada Taru Kalpiya yang mewakili Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten.

Taru Kalpiya bukan datang sebagai tamu biasa. Ia hadir sebagai Kasie AOBT atau Kepala Seksi Angkutan Orang dan Barang di Dishub Klaten. Posisinya ini memang strategis soal regulasi angkutan umum dan barang di Klaten. Kehadirannya di acara zikir massal seperti KBBS bukan sekadar formalitas, tapi punya makna lebih dalam.

KBBS sendiri adalah inisiatif Pemkab Klaten untuk mengajak warga lebih dekat dengan spiritualitas. Acara tahun ini menghadirkan Majelis Santri Kendiel dari Purworejo dan K.H. Abdurrahman, pengasuh Pondok Pesantren Al Hidayah, Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Bayangkan, ribuan orang mengenakan pakaian putih seragam berkumpul di lapangan sambil mengucap dzikir dan sholawat bersama. Suasana malam itu terasa khusyuk dan penuh kedamaian.

Bupati Klaten pun datang langsung. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya solidaritas dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Ia juga mengingatkan para pejabat daerah, termasuk Taru Kalpiya dari Dishub Klaten, bahwa pelayanan publik harus dilandasi niat baik dan rasa tanggung jawab yang tinggi.

Nah, di sinilah letak menariknya. Kenapa Kasie AOBT harus hadir di acara zikir massal? Menurut Taru, ini soal menjaga hubungan baik dengan masyarakat. "Jadi ASN itu nggak cuma duduk di kantor terus ngurus surat-menyurat. Kita juga harus tau kondisi masyarakat, apa yang mereka butuhkan, dan bagaimana mereka melihat kita sebagai pelayan publik. Hadir di acara seperti KBBS itu jadi reminder kalau kerjaan kita itu bukan untuk diri sendiri, tapi untuk rakyat," ujar Taru seusai acara.

Lebih jauh, Taru melihat acara ini sebagai momentum untuk introspeksi diri. Di tengah kesibukan mengatur perizinan angkutan dan mengawasi lalu lintas, ada kalanya ASN perlu mengingat kembali nilai-nilai dasar. "Kalau dzikir itu mengingat Tuhan, kalau kita sebagai ASN harusnya juga mengingat kembali tujuan awal kenapa kita jadi abdi negara. Apakah sudah bener-bener ngabdi atau belum?" tambahnya.

Acara KBBS sendiri berjalan sesuai jadwal. Mulai dari pembacaan tahlil, laporan panitia, sambutan Bupati, sholawat oleh Hadroh Santri Kendiel, sampai tauziah oleh K.H. Abdurrahman. Semua berlangsung dari pukul 20.00 hingga 23.00 malam. Peserta yang hadir tidak hanya pejabat daerah, tapi juga tokoh agama, perwakilan pondok pesantren, kepala desa, dan masyarakat umum.

Bagi Dishub Klaten, keikutsertaan Taru Kalpiya dalam acara ini juga punya nilai strategis. Dengan hadir di tengah masyarakat, ia bisa langsung mendengar keluhan soal transportasi, angkutan umum yang sering jadi keluhan warga, atau informasi lapangan yang nggak akan didapat kalau hanya duduk di ruangan ber-ac.

"Misalnya, tadi ada ibu-ibu yang ngomong soal angkot yang jarang lewat di desa mereka. Atau ada yang komplain soal tarif yang menurut mereka nggak masuk akal. Ini informasi berharga yang bisa kita bawa ke kantor untuk diproses," cerita Taru.

Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Para pejabat daerah, termasuk Taru, diminta berkenalan langsung dengan warga. Ini bagian dari upaya Pemkab Klaten untuk mendekatkan diri dengan rakyat.

Jadi, kehadiran Kasie AOBT di KBBS bukan sekadar formalitas. Ini adalah bentuk dedikasi bahwa ASN harus selalu hadir di tengah masyarakat, mendengar, dan memahami. Karena pelayanan publik yang berkualitas hanya bisa terwujud kalau kita benar-benar tau siapa yang kita layani.

Dengan semangat yang didapat dari malam itu, Taru Kalpiya dan jajarannya di Dishub Klaten siap kembali bekerja dengan energi baru. Energi yang tidak hanya datang dari rutinitas kantor, tapi juga dari spirit kebersamaan dan keikhlasan yang dirasakan langsung di lapangan.

--

(ace/dishubklt)

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0