Jurang Data Difabel Terkuak, OPD Klaten Diminta Berbenah
Ketimpangan mencolok pada data penyandang disabilitas di Klaten memicu Pemkab menggelar FGD RAD PD di Merapi Resto. Seluruh OPD kini didesak mengevaluasi dan mensinkronkan program secara berkelanjutan demi terwujudnya layanan inklusif yang tepat sasaran.
Sebuah jurang angka yang menganga lebar terkuak di tengah ruang pertemuan Merapi Resto. Di satu sisi, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTSEN) 2025 mencatat lebih dari 80 ribu jiwa penyandang disabilitas di Klaten, namun sistem pendataan lokal AksiDifa justru baru memeluk sekitar 4 ribu jiwa
Pertemuan strategis yang digagas oleh Bapperida Kabupaten Klaten ini tak sekadar ajang kumpul-kumpul birokrat, melainkan upaya serius membedah karut-marut eksekusi program pemenuhan hak difabel
"Dibutuhkan kerangka kerja yang lebih operasional untuk menerjemahkan rencana strategis agar ada konsistensi antara perencanaan, program, penentuan sasaran, dan monitoring program," tegas Pj Sekda Klaten saat memaparkan kerangka evaluasi
Selain masalah integrasi birokrasi, isu yang dibedah dalam FGD juga menyentuh langsung denyut nadi keseharian para penyandang disabilitas
Evaluasi besar-besaran ini kini menjadi ujian nyali nyata bagi Pemkab Klaten. Janji pembangunan inklusif tak akan pernah bernyawa selama ego sektoral dan perencanaan yang tumpang tindih masih dipelihara; karena inklusivitas sejati baru benar-benar tercipta ketika tak ada satu pun warga rentan yang sengaja ditinggalkan dalam senyap
--
(ace/dishubklt)
What's Your Reaction?




