Jelang Mudik, Dishub Klaten Evaluasi Total Sistem Satu Arah di 3 Ruas Jalan Strategis: Ini Hasil Rapatnya!
Kepala Dishub Klaten pimpin langsung rapat evaluasi MRLL Jl. Seruni, Jl. Ki Ageng Panjawi, dan Jl. Mayor Sunaryo jelang arus mudik Idul Fitri 2026. Polres Klaten jadi narasumber. 14 pihak sepakat keselamatan prioritas utama.
Lebaran sebentar lagi. Dan kamu tahu artinya: jalan-jalan di Klaten bakal penuh. Truk, bus, mobil pemudik, motor bergerombol. Kalau sistem lalu lintas nggak dievaluasi dari sekarang, ya siap-siap pusing di jalan.
Makanya Dishub Klaten nggak mau nunggu. Evaluasi dilakukan sekarang , dua bulan sebelum puncak mudik.
Kadishub Pimpin Langsung, Polres Jadi Narasumber
Kamis pagi, 12 Februari 2026, pukul 08.00 WIB. Ruang Rapat Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten di Jl. Perintis Kemerdekaan No. 1 sudah ramai.
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten, Supriyono, S.Sos., didampingi Kabid Lalu Lintas dan Kasie Dalops. Berdasarkan Surat Undangan Nomor 500.11.23.1/23/2026/24 tertanggal 11 Februari 2026, ada 14 pihak yang diundang , 8 dari eksternal dan 6 dari internal Dishub.
Yang spesial: Dishub secara resmi meminta Satuan Lalu Lintas Polres Klaten hadir sebagai narasumber melalui Surat Permohonan Nomor B/500.11.23.1/39/2026/24. Ini bukan rapat biasa yang cuma saling dengar pendapat , ini rapat berbasis data kecelakaan dari Polres.
Agenda rapatnya tegas: evaluasi sistem satu arah di Jl. Ki Ageng Panjawi, Jl. Seruni, dan Jl. Mayor Sunaryo dalam rangka persiapan menghadapi arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026.
14 Pihak Duduk di Satu Meja
Rapatnya bukan kecil-kecilan. Yang diundang ada Kodim Klaten, Satlantas Polres Klaten, DPUPR, Satpol PP, Jasa Raharja, tiga Camat (Ngawen, Klaten Tengah, Klaten Utara), plus jajaran internal Dishub dari Sekretaris, Kabid Lalu Lintas, Kabid Angkutan, Kasie Dalops, Kasie MRLL, sampai Staf Bidang Lalin.
Komposisi ini menunjukkan bahwa evaluasi MRLL bukan perkara satu instansi. Ini soal keselamatan publik yang butuh perspektif dari banyak pihak, yang punya data kecelakaan (Polres), yang tangani korban (Jasa Raharja), yang urus infrastruktur jalan (DPUPR), yang bersentuhan langsung dengan warga masyarakat (Kecamatan), dan yang atur lalu lintas (Dishub).
Jl. Seruni: Data Polres Bicara , Satu Arah Justru Lebih Bahaya!
Ini temuan yang mengejutkan.
Polres Klaten sebagai narasumber memaparkan data: saat Jl. Seruni diberlakukan satu arah, potensi kecelakaan justru lebih tinggi. Kenapa? Karena kendaraan cenderung melaju lebih kencang , nggak ada lawan arah yang bikin hati-hati. Ditambah ada tikungan yang jarak pandangnya terbatas. Kombinasi kecepatan tinggi + tikungan buta = resep kecelakaan.
Sebaliknya, saat diberlakukan dua arah, hanya terdapat 2 kecelakaan tunggal , dan itu pun disebabkan kondisi jalan yang kurang baik, bukan karena sistem dua arahnya.
Polres mengusulkan: Jl. Seruni dibuka dua arah untuk kendaraan roda 4 pada pukul 20.00–05.00 WIB. Di malam hari volume kendaraan sudah sepi, jadi aman.
Jasa Raharja setuju. Kecamatan Klaten Tengah setuju , tapi minta satu hal: di siang hari, penegakan harus lebih tegas supaya nggak ada mobil yang nekat lewat.
Semua peserta menyetujui skema ini.
Jl. Ki Ageng Panjawi: Exit Tol Prambanan Sudah Buka, Volume Turun!
Ini yang paling ditunggu warga sekitar jalur exit tol Ngawen.
Dulu, saat exit tol Prambanan belum beroperasi, semua kendaraan dari tol Jogja-Solo yang tujuannya ke Klaten harus keluar lewat Ngawen. Akibatnya, Jl. Ki Ageng Panjawi dan Pamanahan jadi padat luar biasa. Makanya diberlakukan satu arah.
Tapi sekarang? Exit tol Prambanan sudah resmi terbuka. Dan dampaknya langsung terasa ,volume kendaraan dari exit tol Ngawen ke arah kota berkurang jauh. Kendaraan yang tujuannya ke arah selatan atau timur Klaten sekarang punya opsi lewat Prambanan.
Polres, Jasa Raharja, Satpol PP, dan Kecamatan Ngawen sepakat: Jl. Ki Ageng Panjawi bisa dinormalkan kembali (dua arah). Tapi dengan satu syarat penting: kendaraan barang dan bus tetap dilarang melintas. Jalan ini nggak dirancang buat kendaraan berat.
Kecamatan Klaten Utara memberikan masukan tambahan: implementasi normalisasi ini sebaiknya dilakukan setelah Lebaran agar transisinya lebih smooth dan nggak menambah beban saat puncak mudik.
Jl. Mayor Sunaryo: Tetap Dua Arah, PJU di Tikungan Ditambah!
Jalan Mayor Sunaryo sudah resmi dua arah sejak November 2025 lalu. Uji coba berjalan baik, water barrier terpasang, dan masyarakat sudah mulai terbiasa.
Di rapat evaluasi ini, semua peserta sepakat Jl. Mayor Sunaryo tetap dua arah. Polres menegaskan bahwa dengan sistem dua arah, pengendara cenderung lebih hati-hati karena ada lawan arah.
Masukan penting dari Polres dan Jasa Raharja: tambahkan PJU di lokasi tikungan agar pengendara bisa melihat lebih jelas saat malam hari. Tikungan gelap + kecepatan kendaraan = bahaya. Dengan PJU, risiko itu bisa ditekan.
Dishub langsung mencatat dan akan menindaklanjuti melalui Seksi MRLL & PJU untuk survei dan pemasangan.
DPUPR: 8 Paket Pembangunan Jalan Siap untuk Mudik!
Di tengah pembahasan MRLL, DPUPR menyampaikan berita bagus: mereka sudah menyiapkan 8 paket pembangunan di beberapa ruas jalan Klaten khusus untuk persiapan arus mudik Lebaran 2026.
Ini penting banget. Evaluasi MRLL nggak akan efektif kalau jalannya berlubang. Rambu boleh rapi, sistem boleh bagus, tapi kalau jalan rusak ya tetap bahaya.
Kolaborasi Dishub dan DPUPR di meja yang sama menunjukkan bahwa penataan lalu lintas Klaten dilakukan secara komprehensif, dari regulasi, rambu, hingga infrastruktur.
Kodim 0723: Siap Backup!
Dari Kodim 0723, responsnya jelas dan tegas: sangat merespon dan mendukung seluruh rencana evaluasi.
Kehadiran TNI di meja rapat lalu lintas bukan formalitas. Saat implementasi di lapangan , terutama saat arus mudik , sinergi semua elemen termasuk TNI akan sangat dibutuhkan.
Kenapa Evaluasi Ini Penting?
Karena kebijakan lalu lintas bukan monumen. Bukan sesuatu yang dibuat sekali lalu ditinggal selamanya.
Situasi berubah tiap waktu. Exit tol Prambanan dibuka ,volume lalu lintas bertambah. Pola perjalanan masyarakat bergeser. Data kecelakaan terus diupdate. Dan menjelang momen besar seperti mudik Lebaran, semua itu harus dievaluasi ulang.
Dishub Klaten paham betul hal ini. Makanya evaluasi dilakukan sekarang , bukan menunggu jalanan macet total dulu baru bereaksi.
Yang dilakukan hari ini bukan sekadar rapat. Ini bentuk tanggung jawab: memastikan setiap ruas jalan di Klaten aman, lancar, dan siap menyambut jutaan pemudik yang akan melintas.
Karena setiap orang yang lewat jalan di Klaten berhak pulang dengan selamat. Dan Dishub Klaten memastikan itu dimulai dari ruang rapat ini.
Hasil Kesepakatan Rapat
1. Jalan Seruni akan diberlakukan sistem satu arah untuk mobil di jam 08.00 -19.00
2. Jalan Ki ageng pamanahan diberlakukan sistem 2 arah untuk kendaraan roda 2 dan mobil, untuk kendaraan barang dan bus dilarang masuk
3. Jalan Mayor sunaryo tetap diberlakukan sistem 2 arah.
Klaten Keren, Dishub Beken!
--
(ace/dishubklt)
What's Your Reaction?




