478 Suara Warga Klaten, Satu Respons Dishub
Penanganan Pengaduan Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten
Aduan dugaan parkir liar masuk kedalam aplikasi pengaduan. Dalam hitungan jam, laporan itu sudah masuk ke ponsel petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Klaten , dan esoknya, ppetugas penertiban dterjunkan untuk melakukan pengawasan kedisiplinan. Bukan kebetulan. Sepanjang 2025, pola serupa terjadi ratusan kali, membentuk potret nyata bagaimana birokrasi merespons keluhan warga di ruas-ruas jalan Klaten.
Selama Januari hingga Desember 2025, tercatat 478 aduan masyarakat mengalir ke Dishub Klaten lewat empat pintu berbeda: WhatsApp Pengaduan, media sosial dan website resmi, serta aplikasi LaporMasBup. Dari jumlah itu, 420 aduan atau 87,9 persen sudah tuntas ditangani, sementara 58 aduan masih berproses, kebanyakan menyangkut lampu jalan tenaga surya yang menanti suku cadang. Kanal WhatsApp Pengaduan Dishub jadi juara tak terbantahkan , seluruh 240 aduan yang masuk lewat nomor itu, tanpa kecuali, sudah beres 100 persen.
Data ini bukan sekadar angka administratif. Di baliknya ada cerita tentang juru parkir liar yang menarik tarif dua kali lipat di Pasar Gedhe, PJU mati di kawasan rawan kriminalitas yang membuat warga takut keluar malam, dan truk galian C bermuatan berlebih yang merusak jalan Klaten titik demi titik. "Regu Dalops mengamankan jukir liar dan memberikan pembinaan serta sanksi administratif," soal salah satu kasus di Alun-Alun Klaten. Kalimat sederhana itu menyimpan gambaran kerja lapangan yang tidak selalu terlihat oleh warga yang hanya mengetik keluhan lewat chat.
Namun ada satu titik lemah yang jujur diakui laporan ini: sejak LaporMasBup aktif Agustus 2025, volume aduan melonjak drastis, memuncak di November dengan 62 aduan dalam sebulan , kontras dengan Januari yang hanya mencatat 27 aduan. Lonjakan itu didominasi keluhan soal PJU tenaga surya yang macet penanganannya karena stok suku cadang terbatas, sehingga tingkat penyelesaian di kanal ini tertahan di angka 76,3 persen. "Keterbatasan suku cadang untuk perbaikan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya menjadi penyebab utama tertundanya penyelesaian pengaduan," demikian catatan evaluasi Dishub sendiri.
Angka 87,9 persen boleh dibilang prestasi, tapi ia juga peringatan: makin banyak kanal dibuka untuk mendengar warga, makin besar pula ekspektasi yang harus dipenuhi dengan cepat. Simpang Empat Delanggu, Jalur Utama Karangnongko, dan sekitar RSUD Bagas Waras sudah tercatat sebagai titik langganan komplain , dan tahun depan, warga Klaten akan menagih bukti bahwa keluhan mereka tak sekadar berhenti di kolom status "dalam proses".
Laporan Pengaduan bisa dilihat pada >>LINK BERIKUT<<
--
(ace/dishubklt)
What's Your Reaction?




