Jembatan Putus, Tim Dalops Buru Jalur Aman untuk Truk Gol C

Tim Dalops Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten yang dipimpin Bapak Deky turun langsung ke jalur alternatif Karangnongko-Kayumas pada 30 April 2026, berkoordinasi dengan kontraktor Raharja Mulia Group untuk memastikan truk golongan C melintas di jalur yang tepat selama proyek jembatan berlangsung, guna mencegah kerusakan jalan akibat pelanggaran jalur.

Jembatan Putus, Tim Dalops Buru Jalur Aman untuk Truk Gol C
Jembatan Putus, Tim Dalops Buru Jalur Aman untuk Truk Gol C
Jembatan Putus, Tim Dalops Buru Jalur Aman untuk Truk Gol C
Jembatan Putus, Tim Dalops Buru Jalur Aman untuk Truk Gol C
Jembatan Putus, Tim Dalops Buru Jalur Aman untuk Truk Gol C
Jembatan Putus, Tim Dalops Buru Jalur Aman untuk Truk Gol C
Jembatan Putus, Tim Dalops Buru Jalur Aman untuk Truk Gol C
Jembatan Putus, Tim Dalops Buru Jalur Aman untuk Truk Gol C
Jembatan Putus, Tim Dalops Buru Jalur Aman untuk Truk Gol C

Satu jembatan putus, satu masalah besar muncul: ke mana truk-truk golongan C harus lewat tanpa menghancurkan jalan desa yang tak dirancang untuk beban semacam itu? Pertanyaan itu yang membawa Tim Pengendalian Operasional Lalu Lintas (Dalops) Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten turun langsung ke lapangan.

Dipimpin oleh Bapak Deky, tim Dalops menyisir jalur alternatif Karangnongko-Kayumas pada 30 April 2026, tak lama setelah proyek pembangunan jembatan di kawasan itu membuat rute utama tak lagi bisa dilalui kendaraan berat. Tujuannya sederhana namun krusial: mencegah truk golongan C nyasar ke jalan yang bukan peruntukannya, sebab jalan-jalan kecil di luar jalur resmi rentan rusak parah jika terus-menerus dilintasi kendaraan bertonase besar. Survei ini tak dilakukan sendirian , tim turun bersama kontraktor dari Raharja Mulia Group, pihak yang mengerjakan proyek jembatan tersebut, untuk memastikan solusi yang disepakati benar-benar bisa diterapkan di lapangan.

Hasil survei bersama itu membuahkan sejumlah kesepakatan konkret. Kontraktor menyatakan siap membuat dan memasang MMT rambu petunjuk jalur alternatif, sekaligus menyediakan personel pengatur lalu lintas atau "pak ogah" di beberapa titik krusial. "Untuk akses jalan, kondisinya layak dilintasi dan bisa untuk berpapasan atau bersimpangan," demikian catatan tim dari hasil pengecekan langsung di lokasi. Jalur dari arah Jatinom/Kayumas pun sudah terpetakan jelas: mulai dari simpang Dukuh Bandungan belok kiri (dengan pak ogah berjaga), simpang Tamansari ke kiri, simpang tiga Kelurahan Lampar ke kiri, hingga simpang tiga Masjid Al-Furqon Lampar ke kiri , dan pola serupa berlaku sebaliknya dari arah Kemalang/Karangnongko.

Namun survei ini bukan sekadar seremoni pengecekan jalan. Tim Dalops menemukan bahwa sejumlah rambu yang sudah terpasang di beberapa titik ternyata kurang terbaca jelas, sehingga langsung meminta kontraktor memperbarui rambu tersebut dan segera memasangnya di lokasi yang masih kosong. Detail sekecil kejelasan tulisan pada rambu ini justru jadi penentu, sebab satu truk yang salah belok saja bisa berarti satu ruas jalan desa yang harus menanggung beban di luar kapasitasnya.

Koordinasi lintas pihak semacam ini jadi bukti bahwa proyek infrastruktur besar tak boleh berjalan sendiri tanpa memikirkan dampaknya ke jalan-jalan kecil di sekitarnya , dan Dishub Klaten memastikan truk golongan C tetap di jalur yang benar sampai jembatan itu kelar dibangun.

--

(ace/dishubklt)

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0