Klaten - Minggu sore hingga dini hari, 1 Maret 2026. Sementara sebagian orang menikmati ngabuburit santai, tim patroli Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten justru bersiap untuk misi pengawalan marathon: tiga agenda besar, tiga lokasi berbeda, satu malam full.
Dan seperti biasa, semua berjalan lancar tanpa kendala.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, pada malam itu memiliki jadwal padat yang mengharuskan perpindahan cepat dari satu lokasi ke lokasi lain. Tim patroli Dishub Klaten sudah standby lebih awal, menyiapkan rute, koordinasi keamanan, dan memastikan setiap transisi antar agenda berlangsung mulus.
Agenda 1: Ngabuburide - Ngaji Bareng Mas Bupati di GBK
Agenda pertama dimulai pukul 16.00 WIB di Grha Bung Karno (GBK), Buntalan, Klaten Tengah.
Acara bertajuk Ngabuburide , Ngaji Bareng Mas Bupati ini bukan ngabuburit biasa. Ribuan bikers dari berbagai komunitas motor se-Kabupaten Klaten memadati area GBK untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas apik: Pameran Motor Kontes, Live Performance BIN ADAM RAS TAUHID, dan Kajian Islam bersama Ustadz Handy Bonny.
Bupati Hamenang hadir langsung di tengah para riders dan masyarakat. Dalam kesempatannya, Mas Hamenang menyampaikan bahwa acara ini menjadi bukti bahwa komunitas motor bisa berkarya positif dan tidak selalu berkonotasi negatif. Bahkan Mas Hamenang turut tampil bersama Klaten Project featuring personel Jikustik membawakan single religi "Tuhan Itu Ada".
Dengan ribuan pengunjung dan ratusan motor yang memenuhi area GBK, pengaturan arus lalin dan manajemen parkir menjadi tantangan tersendiri bagi tim patroli. Tapi hasilnya? Lancar. Tidak ada kemacetan berarti di sekitar venue.
Agenda 2: Pesta Ayam Bakar Klaten - 1000 Iftar Bersama Duafa
Belum selesai di GBK, rombongan langsung bergeser ke Masjid Raya Klaten, Jl. Pemuda, Tegalmulyo, Klaten Tengah untuk agenda kedua yang dimulai pukul 16.30 WIB.
Pesta Ayam Bakar Klaten , 1000 Iftar Bersama Duafa adalah momentum kemanusiaan yang kuat di bulan Ramadan. Seribu porsi ayam bakar disiapkan untuk berbuka puasa bersama warga kurang mampu. Bupati Hamenang hadir memberikan sambutan dan melakukan seremonial pembakaran ayam pertama pada pukul 17.00 - 17.10 WIB.
Perpindahan dari GBK ke Masjid Raya harus presisi , jaraknya tidak jauh, tapi dengan kondisi jalan sore menjelang buka puasa yang ramai, tim patroli harus ekstra sigap mengatur jalur rombongan. Semua berjalan sesuai timeline. Bupati tiba tepat waktu, seremonial berjalan lancar, dan seribu porsi iftar tersalurkan kepada yang berhak.
Agenda 3: Pengukuhan GUDHAKA dan PADHUKA di Bayat
Setelah buka puasa dan sholat Maghrib, malam belum berakhir. Agenda ketiga membawa rombongan menuju Joglo Tumiyobo, Ngerangan, Kecamatan Bayat untuk acara yang dimulai pukul 20.00 WIB dan berlangsung hingga dini hari.
Malam itu menjadi malam bersejarah bagi dunia pewayangan Klaten. Bupati Hamenang mengukuhkan dua organisasi dalang sekaligus: Guyub Dhalang Klaten (GUDHAKA) dan Pakumpulan Dhalang Muda Klaten (PADHUKA). Setelah pengukuhan, Bupati menyampaikan sambutan pada pukul 21.40 WIB, dilanjutkan dengan penyerahan tokoh wayang kepada 6 dalang sebagai simbol estafet pelestarian budaya.
Puncak malam ditutup dengan pertunjukan spektakuler: Hibridasi Wayang Contemporary Dhampar Sang Paripurna , sebuah perpaduan wayang tradisional dengan sentuhan kontemporer yang membuktikan bahwa budaya adiluhung bisa tetap hidup dan relevan di tangan generasi muda.
Bagi yang mengikuti kiprah GUDHAKA, organisasi ini memang sudah aktif sejak lama. Pada Desember 2025, GUDHAKA sukses menggelar pergelaran wayang kulit spektakuler dengan 4 dalang dan 50 sinden di RSPD Klaten yang mendapat apresiasi langsung dari Bupati. Kini dengan pengukuhan resmi ditambah kehadiran PADHUKA, ekosistem pewayangan Klaten semakin kokoh dan terstruktur.
Rute pengawalan dari pusat kota ke Bayat memerlukan perhatian ekstra mengingat kondisi jalan malam hari. Tim patroli memastikan seluruh perjalanan aman hingga rombongan tiba kembali setelah acara selesai melewati tengah malam.
Triple Mission, Zero Problem
Tiga agenda, tiga lokasi, rentang waktu dari sore hingga dini hari , ini bukan pengawalan biasa. Ini adalah operasi marathon yang menuntut stamina, koordinasi, dan kesiapan penuh dari setiap anggota tim patroli.
Dari Ngabuburide yang penuh semangat anak muda, Pesta Ayam Bakar yang sarat nilai kemanusiaan, hingga pengukuhan dalang yang menjaga warisan budaya , tim patroli Dishub Klaten hadir di setiap momen. Tidak banyak bicara, tapi selalu memastikan semuanya berjalan aman dan lancar.
Profesional, Presisi, Dedikasi, dan Humanis. Itulah standar pengawalan Dishub Klaten
Klaten Keren, Dishub Beken!
--
(ace/dishubklt)