Warga Lapor Lewat WA, Dishub Klaten Langsung Gerak! 4 Truk Galian C Ditindak di Jalur Dalam Kota
Aduan warga via WhatsApp Pengaduan soal truk galian C meresahkan di Jalan Merbabu-Mayor Kusmanto dan Gumulan-Tambong ditindaklanjuti cepat oleh Tim Dalops Dishub Klaten. 4 armada kena peringatan tertulis, sisanya diputar balik. Kamis, 26 Februari 2026.
Satu pesan WhatsApp dari warga, satu aksi nyata di lapangan. Begitulah cara kerja Dishub Klaten.
Ceritanya bermula dari aduan yang masuk lewat WhatsApp Pengaduan Dishub Klaten pada Selasa, 24 Februari 2026. Seorang warga menyampaikan keresahannya soal maraknya truk galian golongan C yang hilir-mudik di jalur dalam kota - mulai dari depan SMK N 3 Klaten, melewati perempatan lampu merah Stadion, menuju lampu merah Semangkak, lanjut ke arah GOR.
Bukan cuma itu. Warga yang sama juga melaporkan kondisi di ruas jalan dari STM Kristen 1 Gumulan arah Tambong. Di sana, marka jalan larangan golongan C sudah terpasang jelas, tapi truk-truk tetap nekat melintas. Padahal ruas itu punya tikungan tajam dengan pandangan minim dari lawan arah - rawan kecelakaan.
Yang bikin aduan ini makin serius: warga tersebut punya pengalaman langsung. Baru kemarin, saat hendak menuju outletnya di tikungan jalan, tiga truk dam bermuatan pasir konvoi melintas dan hampir menyenggol kendaraannya. Nyaris celaka.
Pesannya jelas: tolong ditertibkan, Pak/Bu.
Dua Hari Kemudian, Tim Dalops Turun
Kamis, 26 Februari 2026, Tim Pengendalian Operasional (Dalops) Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten langsung bergerak ke dua titik yang dilaporkan warga:
Lokasi operasi:
-
Jalan Merbabu - Mayor Kusmanto - jalur dalam kota yang menghubungkan area Stadion menuju Semangkak dan GOR
-
Jalan Gumulan - Tambong - ruas dengan marka larangan golongan C yang sudah terpasang namun masih sering dilanggar
Hasil penertiban:
| Tindakan | Jumlah |
|---|---|
| Peringatan tertulis | 4 armada truk galian C |
| Putar balik armada | Dilakukan di lokasi |
Empat armada langsung ditindak dengan peringatan tertulis. Armada lain yang kedapatan melintas langsung diputar balik di tempat. Nggak ada toleransi.
Kenapa Jalur Ini Jadi Masalah?
Warga sudah lama merasakan dampaknya. Dulu, truk galian C hampir tidak pernah terlihat di jalur dalam kota ini. Tapi belakangan, jumlahnya meningkat drastis. Dan tahu ga apa yang bikin tambah kesal? Hampir sebagian besar Truk Gol.C itu berasal dari luar kota/kabupaten.
Dampaknya bukan cuma soal kenyamanan:
-
Kerusakan infrastruktur Jalur dalam kota tidak dirancang untuk menahan beban truk bertonase besar. Aspal akan cepat rusak, tambalan di mana-mana, dan biaya perbaikan jadi beban masyarakat
-
Keselamatan Tikungan tajam di ruas Gumulan-Tambong dengan pandangan minim dari lawan arah menjadi titik rawan kecelakaan, apalagi kalau truk konvoi melintas
-
Jalur vital dalam kota Ruas dari arah Jogja ini merupakan jalur strategis yang kalau rusak, dampaknya dirasakan seluruh pengguna jalan
Ruas Gumulan-Tambong sendiri sudah dilengkapi marka jalan larangan golongan C. Artinya, regulasi sudah bicara. Rambu sudah terpasang. Yang kurang cuma satu: kepatuhan.
Peringatan Tertulis: Bukan Sekadar Kertas
Buat pengemudi yang menganggap peringatan tertulis itu cuma formalitas, perlu diluruskan. Mekanisme ini punya konsekuensi bertahap:
-
Peringatan tertulis pertama teguran resmi yang tercatat dalam sistem
-
Peringatan kedua koordinasi dengan Kepolisian untuk penindakan lebih lanjut
-
Penindakan berlanjut tilang dan/atau rekomendasi pencabutan izin operasi
Tim Dalops punya catatan lengkap setiap armada yang pernah ditindak. Dan Satlantas Polres Klaten siap menindaklanjuti.
Regulasi yang Jelas
Penertiban ini berpijak pada landasan hukum yang kuat:
-
Peraturan Bupati Klaten Nomor 65 Tahun 2023 tentang Sistem Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas , mengatur jalur larangan dan jam operasional truk galian C
-
Pasal 7 ayat 2 , melarang angkutan galian C beroperasi pada jam berangkat sekolah (06.00-07.30 WIB)
-
Marka jalan dan rambu larangan yang sudah terpasang di ruas Gumulan-Tambong
Aturan sudah ada. Rambu sudah jelas. Marka sudah terpasang. Tinggal satu pertanyaan: mau patuh atau mau ditindak?
Sobat Darat, Suara Kalian Adalah Amunisi Kami
Operasi penertiban ini lahir dari satu pesan WhatsApp. Satu warga yang berani bersuara. Dan hasilnya? Dua hari kemudian, Tim Dalops sudah di lapangan, 4 armada ditindak, sisanya diputar balik.
Tim Dalops memang nggak bisa ada di setiap sudut Klaten setiap saat. Tapi kalian bisa. Setiap aduan yang masuk , entah lewat WhatsApp, Lapormasbup, atau DM Instagram , jadi pemicu aksi nyata di lapangan.
Lihat truk galian C nakal di daerahmu? Jangan diam. Langsung lapor:
-
WhatsApp Pengaduan: 0856-7567-333 / 0857-1278-3670 (chat only)
-
Lapormasbup: lapormasbup.klaten.go.id
-
DM Instagram: @dishubklaten
Satu WA dari kalian = satu operasi di lapangan.
Satu laporan = satu jalan yang terselamatkan.
Klaten Keren, Dishub Beken!
--
(ace/dishubklt)
What's Your Reaction?




