Ziarah Hari Jadi ke-505 Kab Semarang di Bayat Lancar, 28 Personel Dishub Klaten Amankan Lalu Lintas
Dinas Perhubungan Klaten kerahkan 28 personel untuk pengaturan lalu lintas dan parkir VIP pada acara Ziarah Hari Jadi ke-505 Kabupaten Semarang di Makam Sunan Pandanaran, Bayat, Kamis 5 Februari 2026. Acara berjalan lancar tanpa hambatan.
Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten mengerahkan 28 personel yang tersebar di 5 titik strategis untuk mengamankan arus lalu lintas dan parkir VIP saat acara Ziarah Hari Jadi ke-505 Kabupaten Semarang di Makam Sunan Pandanaran, Paseban, Bayat, Kamis 5 Februari 2026. Hasilnya? Lancar tanpa kendala!
Klaten, 5 Februari 2026 - Pukul 07.00 WIB, matahari pagi baru saja menyapa Gunung Jabalkat, tapi tim Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten sudah lebih dulu standby di titik-titik strategis sepanjang jalur menuju Makam Sunan Pandanaran, Desa Paseban, Kecamatan Bayat. Hari itu bukan hari biasa. Rombongan Bupati Semarang Ngesti Nugraha beserta jajaran Forkopimda dan ratusan peziarah akan datang untuk melaksanakan ziarah ke Makam Sunan Pandanaran II dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-505 Kabupaten Semarang Tahun 2026.
Bayangkan, ratusan kendaraan dari luar kota, mulai dari bus rombongan, kendaraan dinas pejabat, hingga kendaraan masyarakat umum yang turut berziarah, semuanya akan memasuki kawasan Bayat secara bersamaan. Tanpa pengaturan yang matang, jalur sempit menuju makam bisa berubah jadi bencana lalu lintas yang bikin macet total.
Tapi tidak hari ini.
5 Titik, 28 Personel, Satu Misi
Di bawah komando Penanggung Jawab Kodartiko Aji P., SH dan Koordinator Nunung Wahyu D., SE., MM, sebanyak 28 personel Dishub Klaten disebar ke 5 titik kritis yang sudah dipetakan sejak jauh hari:
Simpang Jiwan - Gerbang pertama sebelum memasuki kawasan Bayat. Tiga personel ditempatkan di sini: Aditya Riyadi, Bagus Mustaqim, dan Rifqi Zulkarnain S. Tugas mereka jelas, memastikan kendaraan rombongan masuk dengan mulus tanpa mengganggu arus lalu lintas utama.
Simpang Sembung - Titik persilangan yang rawan penumpukan kendaraan. Dwi Susanto, Nuryadi, dan Ilham Annas Yusuf bertanggung jawab menjaga kelancaran arus dari berbagai arah.
Simpang Kantor Pos Bayat - Titik paling strategis sekaligus paling ramai karena merupakan akses utama menuju kawasan makam. Enam personel ditempatkan di sini: Rohmad Zait S., Ari Susilo Dwi N., Andy Fajar Wibawa, Febriyanta Tri S., Nicho Paras W., dan Bayu Dwi Cahyo. Jumlah terbanyak kedua setelah pos parkir VIP, karena di titik inilah volume kendaraan paling padat.
Parkir VIP - Ini yang paling krusial. Sembilan personel dipimpin langsung oleh Bapak Jaka Sutanta, SE bersama Muh Sahrul Muwafiq, S.Tr.Tra, Samsiyatun, Aditya Firgiawan S., Albertus Briliando SB, Eko Purwo Saputro, Yant Surya Tio P., Nanang Agus W., dan Erlinawati. Mereka bertanggung jawab mengarahkan kendaraan dinas pejabat, kendaraan Forkopimda, dan tamu VIP ke slot parkir yang telah ditentukan.
Patroli - Deky Saktiawan dan Kentut Tri Harjanto bertugas mobile, memantau seluruh ruas jalan dari Simpang Jiwan hingga area makam untuk mengantisipasi kemacetan dadakan atau kejadian tak terduga.
Presisi ala Tim Traffic
Kalau kalian pernah nonton orchestra, bayangkan setiap personel Dishub Klaten adalah musisi yang memainkan partiturnya masing-masing. Ada yang mengatur irama kendaraan masuk, ada yang memandu tempo parkir, ada yang menjaga harmoni arus di persimpangan. Semuanya bergerak sinkron, tanpa cela.
Bapak Jaka Sutanta, SE selaku koordinator pos Parkir VIP sekaligus petugas pelapor, mengonfirmasi langsung hasil operasi hari itu.
"Mohon izin melaporkan, kegiatan pengaturan lalu lintas dan pengaturan parkir di tempat Ziarah Sunan Pandanaran II di Paseban, Bayat, Kabupaten Klaten dalam acara Ziarah Hari Jadi ke-505 Kabupaten Semarang berjalan lancar," tutur Bapak Jaka.
Lancar. Satu kata yang sederhana, tapi di baliknya ada koordinasi matang, keringat puluhan personel sejak pagi, dan strategi penempatan titik yang sudah dikalkulasi dengan cermat.
Sejarah di Balik Ziarah
Buat yang belum tahu, Makam Sunan Pandanaran atau Sunan Bayat ini adalah salah satu situs ziarah paling penting di Jawa Tengah. Ki Ageng Pandanaran sendiri merupakan Bupati pertama Kabupaten Semarang yang kemudian meninggalkan tahta dan berguru kepada Sunan Kalijaga untuk menyebarkan ajaran Islam di wilayah Bayat. Makamnya berada di puncak Bukit Jabalkat, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.
Setiap tahun, Pemerintah Kabupaten Semarang menjadikan ziarah ke makam ini sebagai agenda rutin pembuka rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Semarang. Tahun ini, ziarah dilaksanakan dalam dua tahap: 4 Februari 2026 di Makam Sunan Pandanaran I Kelurahan Mugassari Kota Semarang, dan 5 Februari 2026 di Makam Sunan Pandanaran II di Bayat, Klaten.
Karena lokasi makam berada di wilayah Kabupaten Klaten, maka pengaturan lalu lintas dan keamanan jalur menjadi tanggung jawab Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten. Dan tanggung jawab itu diemban dengan penuh dedikasi.
Kolaborasi Lintas Daerah yang Solid
Yang menarik dari kegiatan ini adalah semangat kolaborasi lintas daerah. Kabupaten Semarang menyelenggarakan acara, Kabupaten Klaten menyiapkan infrastruktur pengamanan. Tidak ada ego sektoral, yang ada hanya satu tujuan: memastikan acara ziarah berjalan khidmat, aman, dan lancar.
Dinas Perhubungan Klaten membuktikan bahwa kesiapan bukan cuma soal jumlah personel, tapi soal penempatan yang tepat di waktu yang tepat. Lima titik strategis, 28 personel siaga, dan satu laporan akhir: berjalan lancar.
"Terima kasih untuk seluruh personel yang sudah bertugas dengan penuh tanggung jawab. Ini bukti bahwa Dishub Klaten selalu siap mendukung setiap kegiatan, baik skala lokal maupun lintas daerah," tutup Koordinator lapangan.
Sampai jumpa di misi pengaturan lalu lintas berikutnya, Sobat Darat!
Klaten Keren, Dishub Beken
--
(ace/dishubklt)
What's Your Reaction?




