LKJiP 2026: Dishub Klaten Hadapi Tantangan Infrastruktur & Konektivitas, Tapi Siap Gas Pol!

Dishub Klaten ikuti Desk LKJiP 2026: indeks infrastruktur 73,56 (80,84% target), rasio konektivitas 0,12 (80% target). Tantangan fiskal & transportasi publik dihadapi bersama!

LKJiP 2026: Dishub Klaten Hadapi Tantangan Infrastruktur & Konektivitas, Tapi Siap Gas Pol!
LKJiP 2026: Dishub Klaten Hadapi Tantangan Infrastruktur & Konektivitas, Tapi Siap Gas Pol!
LKJiP 2026: Dishub Klaten Hadapi Tantangan Infrastruktur & Konektivitas, Tapi Siap Gas Pol!
LKJiP 2026: Dishub Klaten Hadapi Tantangan Infrastruktur & Konektivitas, Tapi Siap Gas Pol!

LKJiP 2026: Dishub Klaten Hadapi Tantangan Infrastruktur & Konektivitas, Tapi Siap Gas Pol!

JFT Prakom Muda dan Pengolah Data Informasi mewakili Dishub Klaten pada Desk LKJiP Setda. Data kinerja menunjukkan progres infrastruktur 73,56%, tapi konektivitas masih perlu dorongan ekstra. Tantangan besar = komitmen lebih besar!

Tidak bisa dipungkiri, 2026 jadi tahun penuh tantangan buat Dishub Klaten. Dua perwakilan kita, JF Pranata Komputer Muda dan Pengolah Data Informasi  langsung antri di Ruang Rapat Bagian Organisasi Setda Kabupaten Klaten, Selasa (20/1/2026) untuk ikut Desk Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Daerah (LKJiP). Surat tugas resmi nomor 800.1.11.1/31/2026/24 jadi tiket masuk kita untuk ngasih laporan jujur soal capaian dan hambatan di sektor perhubungan.

Data Nggak Bohong: Ada Progres, Tapi Masih Ada PR

Mari kita ngomongin fakta. Nggak ada yang ditutup-tutupi. Indeks Infrastruktur (persentase prasarana dan perlengkapan jalan terpasang) naik jadi 73,56. Angka ini capaian 80,84% dari target 91. Artinya? Kita sudah bergerak, tapi belum sampai garis finish. Lampu PJU, rambu lalu lintas, marka jalan, dan fasilitas pendukung lainnya memang sudah lebih banyak terpasang, tapi masih ada celah yang harus dikejar.

Sementara itu, Rasio Konektivitas malah stagnan dan turun sedikit dari 0,125 jadi 0,12 (target 0,15). Capaian cuma 80%. Ini yang jadi perhatian serius. Konektivitas ini soal seberapa mudah masyarakat pindah dari titik A ke titik B menggunakan infrastruktur yang ada. Kalau angkanya stagnan, artinya pertumbuhan jaringan jalan belum sebanding dengan kebutuhan mobilitas warga.

Faktor Penghambat: Nggak Cuma Soal Uang

Tim evaluator langsung nanya, "Kenapa bisa begini?" Jawabannya nggak sederhana. Keterbatasan fiskal jadi momok klasik yang masih dihadapi. Tapi nggak cuma itu. Ada juga:

  • Kewenangan ruas jalan provinsi/nasional yang nggak sepenuhnya di tangan pemkab, jadi kalau mau perbaikan harus koordinasi ekstra

  • Pertumbuhan kendaraan dan permukiman yang lebih cepat dari pembangunan jalan penghubung. Jalan baru belum jadi, kendaraan dan rumah sudah numpuk

  • Belum optimalnya pengembangan moda angkutan umum yang bisa jadi solusi utama mengurai kemacetan

  • Animo pengguna dan pengusaha angkutan umum masih rendah, sehingga layanan angkutan nggak berkembang dan rasio konektivitas susah naik sesuai target RPJMD

Yang Ini Penting: Nggak Ada Yang Dibesar-besarkan

Perwakilan Dishub Klaten melaporkan semua data apa adanya. Nggak ada yang dipoles, nggak ada yang disembunyikan. Karena filosofi Dishub Klaten adalah: kalau mau perbaikan, harus berani ngomong soal kekurangan. Itu yang bikin acara desk evaluasi ini berharga. Bukan cuma soal pamer capaian, tapi soal cari solusi bareng-bareng.

Strategi 2026: Kolaborasi & Inovasi

Setelah laporan diserahkan, tim Dishub Klaten langsung brainstorming. Nggak mau datang cuma untuk laporan doang. Ada beberapa strategi yang sudah disiapkan:

  • Optimalkan alokasi anggaran untuk prioritas infrastruktur yang langsung impact ke konektivitas
  • Perkuat koordinasi dengan Pemprov & Pemerintah Pusat soal ruas jalan non-kabupaten
  • Gaspol pengembangan angkutan umum yang nyaman, aman, dan terjangkau
  • Edukasi dan sosialisasi ke masyarakat dan pengusaha soal manfaat angkutan umum
  • Data-driven planning: semua keputusan berdasarkan data, bukan asumsi

Quote dari Tim Lapangan

JFT Prakom Muda yang ikut langsung di desk evaluasi bilang, "Data itu cermin. Kalau cerminnya jujur, kita tahu mana yang harus dibenerin. Kita nggak malu ngomong kalau masih belum target. Yang penting, kita punya rencana konkret untuk 2026."

Pengolah Data dari subbag PK yang juga ikut datang pada acara desk itu menambahkan, "Konektivitas itu nggak cuma soal jalan yang banyak, tapi soal jalan yang efektif. Kita harus bikin masyarakat pilih angkutan umum karena nyaman, bukan karena terpaksa."

Deadline & Tindak Lanjut

Setelah desk evaluasi, semua OPD diberi kesempatan untuk melengkapi data dan menyusun rencana aksi. Tidak ada tekanan, tapi ada ekspektasi. Karena akhirnya, semua ini demi masyarakat Klaten yang berhak mendapatkan infrastruktur dan layanan transportasi yang lebih baik.

LKJiP 2026 ini bukan akhir, tapi justru awal. Awal dari perjalanan kita untuk naikkan angka infrastruktur dari 73,56 ke 91. Awal dari perjalanan kita untuk naikkan rasio konektivitas dari 0,12 ke 0,15. Dan semua ini nggak mungkin tanpa dukungan masyarakat, koordinasi antar instansi, dan komitmen bersama.

Tahun 2026, Dishub Klaten siap gaspol. Bukan cuma untuk angka, tapi untuk manusia di balik angka tersebut.

--

(ace/dishubklt)

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0