Laporan Pengarusutamaan Gender 2026 Dinas Perhubungan Klaten Integrasikan Perspektif Gender Penuh

Tim Focal Point PUG Dinas Perhubungan Klaten luncurkan laporan pengarusutamaan gender 2026 dengan strategi aksi terukur untuk kesetaraan gender di organisasi. Alokasi anggaran Rp. 285 juta untuk program responsif gender sepanjang tahun.

Laporan Pengarusutamaan Gender 2026 Dinas Perhubungan Klaten Integrasikan Perspektif Gender Penuh
Laporan Pengarusutamaan Gender 2026 Dinas Perhubungan Klaten Integrasikan Perspektif Gender Penuh

Tim Focal Point Adopsi Strategi Komprehensif Integrasi Perspektif Gender di Semua Siklus Program, Jamin Partisipasi dan Manfaat Setara untuk ASN Laki-Laki dan Perempuan

Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten resmi mengesahkan Laporan Pengarusutamaan Gender (PUG) 2026 yang menjadi panduan strategis untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender di organisasi. Dokumen komprehensif ini, disusun oleh Tim Focal Point PUG, menampilkan analisis mendalam tentang situasi gender terkini, identifikasi isu, dan rencana aksi konkret yang akan dipandu sepanjang tahun 2026.

Full komitmen, kepemimpinan Dinas Perhubungan mengakui bahwa kesetaraan gender bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan investasi strategis untuk meningkatkan kualitas organisasi dan layanan publik yang lebih inklusif serta responsif terhadap kebutuhan seluruh masyarakat, khususnya perempuan dan kelompok rentan.

Kondisi Gender ASN: Diagnosa Jujur untuk Perubahan Nyata

Data pilah gender yang dikumpulkan secara transparan mengungkap gambaran yang cukup menantang. Dari 52 ASN Dinas Perhubungan, komposisi masih miring ke arah laki-laki dengan persentase 82,69% (43 orang) dibanding perempuan hanya 17,31% (9 orang). Angka ini terutama terlihat dominan pada posisi-posisi strategis: Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, dan mayoritas Kepala Bidang masih didominasi laki-laki.

Namun, di level responden layanan publik (Indeks Kepuasan Masyarakat 2025), distribusi gender lebih seimbang: 68,35% laki-laki vs 31,65% perempuan dengan skor kepuasan 81,9 (Kategori Baik). Ini menunjukkan sesuatu yang menarik: masyarakat umum menerima pelayanan dengan cukup baik, tetapi di dalam organisasi itu sendiri perlu penyeimbangan representasi gender untuk kualitas berkelanjutan.

"Data menunjukkan potensi besar," tegas laporan PUG. "Perempuan di Klaten rata-rata lebih satisfied dengan layanan, yang berarti mereka memiliki insight berharga untuk perbaikan berkelanjutan. Mereka perlu duduk di meja pengambilan keputusan, bukan hanya sebagai pengguna layanan."

Target Kesetaraan: Dari 17% Menuju 40% (Langkah Demi Langkah)

Laporan PUG 2026 menetapkan target ambisius namun realistis. Representasi perempuan di posisi Eselon III (pimpinan) saat ini hanya 33,33% (dibanding target minimal kesetaraan 40%). Target 2026 ditetapkan meningkat menjadi 40% dengan program mentoring dan kebijakan afirmatif yang terukur.

Pada level partisipasi aktif, target naik dari 25% menjadi 30% untuk narasumber perempuan dalam setiap kegiatan internal. Pada level partisipasi peserta kegiatan, standar kuota ditetapkan minimal 40% perempuan untuk setiap sosialisasi, pelatihan, dan rapat koordinasi.

"Ini bukan reverse discrimination," jelas dokumen tersebut. "Ini adalah affirmative action, mekanisme koreksi untuk ketidakseimbangan struktural yang sudah tertanam lama. Ketika komposisi ASN 82% laki-laki, jelas perspektif perempuan kurang tereksplorasi dalam kebijakan dan program."

Strategi Berlapis: Dari Akses, Partisipasi, Kontrol, hingga Manfaat

Rencana aksi PUG 2026 dibangun di atas kerangka 4 dimensi yang terbukti efektif dalam literatur gender internasional: akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat.

Dimensi Akses: Dinas Perhubungan akan menstandardisasi fasilitas responsif gender di semua kantor, termasuk ruang laktasi, toilet terpisah, area parkir khusus disabilitas, dan area ramah anak. Pengumpulan data pilah gender juga akan diintegrasikan ke dalam Sistem Informasi Perencanaan Daerah (SIPD) untuk transparansi penuh.

Dimensi Partisipasi: Program mentoring akan diluncurkan untuk 5-7 calon pemimpin perempuan dengan pendampingan dari senior leaders berpengalaman. Pada setiap kegiatan, moderasi diskusi akan dirancang untuk menciptakan ruang aman bagi perempuan mengungkapkan ide tanpa takut diremehkan.

Dimensi Kontrol: Keterlibatan perempuan dalam tim pengelola kegiatan dijamin minimal 30%, dan beberapa kegiatan strategis akan dipimpin langsung oleh koordinator perempuan. Setiap pengambilan keputusan akan melibatkan konsultasi gender untuk memastikan perspektif perempuan didengar.

Dimensi Manfaat: Evaluasi komprehensif akan dilakukan dua kali per tahun untuk memastikan manfaat program dirasakan setara oleh semua ASN. Pelatihan PUG akan diberikan kepada 80% ASN (minimal dua kali per tahun) agar seluruh organisasi memahami pentingnya kesetaraan gender.

Dana Responsif Gender: Rp. 285 Juta untuk Perubahan Terukur

Komitmen anggaran mencerminkan keseriusan. Alokasi 2026 sebesar Rp. 285.000.000,- dirancang secara strategis untuk mendukung setiap dimensi rencana aksi:

Jenis Belanja

Nominal

Persentase

Tujuan

Belanja Barang

Rp. 1.908.000

0,67%

ATK dan konsumsi rapat

Belanja Jasa

Rp. 122.642.000

43,03%

Honorarium narasumber perempuan, Event Organizer responsif gender, PPTK monitoring

Belanja Sosialisasi

Rp. 101.450.000

35,59%

Program sosialisasi PUG dan pengarusutamaan gender

Belanja Perjalanan

Rp. 39.000.000

13,68%

Koordinasi eksternal dan meeting luar kota inklusif

TOTAL

Rp. 285.000.000

100%

Responsif Gender Menyeluruh

Perincian anggaran jasa mencakup detail menarik: honorarium narasumber perempuan dijamin minimal 30% per kegiatan, Event Organizer harus memastikan fasilitas pendukung gender tersedia, dan PPTK memiliki target khusus monitoring keterlibatan perempuan dalam pengelolaan anggaran.

Ekosistem Perubahan: Focal Point PUG Sebagai Detak Jantung Transformasi

Tim Focal Point, yang terbentuk melalui SK Kepala Dinas No. 000.8.3.4/29 Tahun 2025, bukan hanya koordinator administratif. Mereka adalah agen perubahan yang akan mendorong transformasi budaya organisasi dari dalam.

Struktur tim terdiri dari perwakilan setiap bidang/subbagian dengan Sekretaris Dinas sebagai koordinator. Tugas mereka mencakup:

  • Identifikasi isu gender spesifik dalam setiap program
  • Penyusunan Gender Analysis Pathway (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS) yang terukur
  • Sosialisasi dan pelatihan PUG ke seluruh ASN
  • Monitoring bulanan dan evaluasi semester terhadap capaian target gender
  • Integrasi data gender ke dalam sistem pelaporan organisasi

"Focal Point bukan Departemen Sendiri," kata laporan tersebut. "Mereka adalah saraf organisasi yang terhubung ke semua unit kerja, memastikan bahwa perspektif gender tidak hanya 'trend' tapi tertanam dalam DNA organisasi."

Konteks Positif Kabupaten: Sudah Unggul, Harus Dipertahankan

Klaten sebagai kabupaten memiliki pencapaian gender yang patut dibanggakan:

  • Indeks Pembangunan Gender (IPG) 2024: 95,79 (lebih tinggi dari rata-rata nasional 91,85 dan Jawa Tengah 92,87)
  • Indeks Ketimpangan Gender (IKG) 2024: 0,19 (lebih rendah dari rata-rata nasional 0,447 dan Jawa Tengah 0,336)

"Klaten sudah unggul, tetapi tidak boleh puas," terang laporan. "Keunggulan ini harus terus dijaga dan ditingkatkan melalui komitmen berkelanjutan di setiap perangkat daerah, termasuk Dinas Perhubungan."

Pencapaian regional ini memberikan konteks positif bagi Dinas Perhubungan: organisasi ini tidak melawan arus, tetapi memperkuat momentum kesetaraan gender yang sudah terbangun di tingkat kabupaten.

12 Output Terukur: Dari Laporan Administratif hingga Rencana Tindak Lanjut

Output 2026 ditetapkan secara spesifik dan terukur. Dinas Perhubungan akan menghasilkan 12 dokumen administrasi dengan indikator kesetaraan gender yang jelas:

  1. 2 Laporan Penyediaan ATK , dengan distribusi merata dan data terpilah gender
  2. 4 Notulen Rapat Koordinasi ,setiap rapat target minimal 40% peserta perempuan
  3. 2 Laporan Sosialisasi Kebijakan , dengan 40% peserta perempuan dan 30% narasumber perempuan
  4. 2 Laporan Pelatihan & Bimbingan Teknis , dengan 40% peserta perempuan dan 30% fasilitator perempuan
  5. 1 Laporan Perjalanan Dinas Luar , menjamin akses dan partisipasi setara gender
  6. 1 Laporan Evaluasi Kegiatan , dengan analisis gender komprehensif per dimensi (akses, partisipasi, kontrol, manfaat)

Setiap dokumen harus mencakup data pilah gender, mengukur kesetaraan di 4 dimensi, memberikan rekomendasi peningkatan, mendokumentasikan lessons learned, dan menyertakan bukti nyata (foto, bukti kehadiran) implementasi responsif gender.

Pembelajaran dari 2025, Harapan untuk 2026

Laporan PUG mengakui bahwa tahun 2025 adalah tahun pembelajaran. Beberapa catatan penting dijadikan fondasi untuk 2026:

  1. Kesadaran gender masih perlu ditingkatkan , terutama di level kepemimpinan menengah yang sering memandang PUG sebagai kewajiban administratif, bukan peluang strategis
  2. Data terpilah gender belum terintegrasi sempurna , SIPD akan menjadi solusi untuk transparansi penuh
  3. Kapasitas Tim Focal Point perlu penguatan , pelatihan berkelanjutan dan mentoring akan ditingkatkan
  4. Komitmen pimpinan senior adalah kunci , tanpa dukungan Kepala Dinas ke bawah, rencana aksi hanya jadi kertas putih

"2026 adalah tahun implementasi solid," kata laporan dengan nada optimis. "Tim Focal Point tidak lagi sibuk dengan 'apa itu gender'. Mereka sudah siap menjawab 'bagaimana mengubah organisasi melalui gender'."

Visi 2027 dan Seterusnya: Paritas Gender yang Nyata

Laporan ini tidak berhenti di 2026. Visi jangka panjang ditetapkan dengan jelas:

  • 2026-2027: Peningkatan keterwakilan perempuan di posisi strategis menjadi 40% (dari saat ini 33,33%)
  • 2027+: Pencapaian paritas gender di semua level jabatan dengan budaya organisasi yang sepenuhnya responsif gender
  • Jangka panjang: Menjadi model bagi instansi pemerintah lain dalam implementasi gender budgeting dan pengarusutamaan gender

"Klaten tidak hanya ingin berbicara tentang kesetaraan gender," tutup laporan. "Klaten ingin menunjukkan bahwa kesetaraan gender adalah investasi cerdas untuk organisasi yang lebih kuat, lebih inovatif, dan lebih responsif terhadap kebutuhan publik."

Apresiasi: Terima Kasih Tim Focal Point dan Seluruh ASN

Pencapaian laporan komprehensif ini adalah hasil kolaborasi seluruh tim. Dari analisis data yang teliti, diskusi kelompok yang terbuka, hingga penyusunan rencana aksi yang konkret, semua menunjukkan dedikasi tinggi terhadap visi kesetaraan gender.

Apresiasi khusus untuk Tim Focal Point PUG yang telah membuktikan bahwa kesetaraan gender bukan hambatan organisasi, melainkan peluang untuk berkembang lebih baik bersama. Terima kasih juga kepada semua ASN yang memberikan masukan dan partisipasi dalam penyusunan laporan ini.

Klaten Setara, ASN Berdaya, Layanan Publik Beresonansi!

Laporan PUG 2026 bisa dilihat >> DISINI <<

--

(ace/dishubklt)

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0