Dishub Klaten Gaspol! Jumat Bersih Dukung Gerakan Indonesia ASRI di Lingkungan Kantor

Menindaklanjuti nota dinas Pj. Sekda Klaten tentang Gerakan Nasional Indonesia ASRI, Dinas Perhubungan Klaten menggelar Aksi Jumat Bersih. Seluruh pegawai yang tidak tugas luar dikerahkan untuk memilah sampah, membuat biopori/komposter, dan menggandeng bank sampah.

Dishub Klaten Gaspol! Jumat Bersih Dukung Gerakan Indonesia ASRI di Lingkungan Kantor
Dishub Klaten Gaspol! Jumat Bersih Dukung Gerakan Indonesia ASRI di Lingkungan Kantor
Dishub Klaten Gaspol! Jumat Bersih Dukung Gerakan Indonesia ASRI di Lingkungan Kantor
Dishub Klaten Gaspol! Jumat Bersih Dukung Gerakan Indonesia ASRI di Lingkungan Kantor
Dishub Klaten Gaspol! Jumat Bersih Dukung Gerakan Indonesia ASRI di Lingkungan Kantor
Dishub Klaten Gaspol! Jumat Bersih Dukung Gerakan Indonesia ASRI di Lingkungan Kantor
Dishub Klaten Gaspol! Jumat Bersih Dukung Gerakan Indonesia ASRI di Lingkungan Kantor

Instruksi datang dalam bentuk nota dinas semi resmi yang ditulis oleh Pj. Sekda Klaten dan ditujukan kepada seluruh Kepala OPD, Camat, Lurah, dan Kades se-Kabupaten Klaten. Intinya jelas: menindaklanjuti Perintah Presiden RI tentang Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dengan aksi nyata berupa korve kebersihan serentak di lingkungan kantor masing-masing, dimulai Jumat, 13 Februari 2026.

Gerakan ini sejalan dengan arahan Presiden dan Mendagri yang menekankan pentingnya korve kebersihan rutin di instansi pemerintah, minimal dua kali sepekan, untuk membangun budaya bersih yang berkelanjutan.

Isi Nota Dinas: Bukan Sekadar Sapu-Sapu

Di dalam nota dinas Pj. Sekda, Aksi Jumat Bersih diatur cukup detail. Bukan sekadar “ayo bersih-bersih”, tapi ada empat poin teknis yang wajib dilaksanakan:

  1. Pemilahan sampah organik dan anorganik di lingkungan kantor.

  2. Pengolahan sampah organik dengan membuat lubang biopori, komposter, atau jugangan di titik-titik yang memungkinkan.

  3. Pengumpulan sampah anorganik untuk dikerjasamakan dengan bank sampah, TPS3R, atau pengelola sampah terdekat.

  4. Dilakukan secara rutin di masing-masing OPD dan kantor, bukan sekali lalu hilang.

Di bagian akhir, tertulis tegas bahwa kegiatan harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Respons Dishub Klaten: Langsung Gerak, Tanpa Banyak Teori

Menerima nota dinas tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten langsung menindaklanjuti dengan perintah internal: seluruh pegawai Dishub yang tidak sedang ditugaskan di luar kantor diwajibkan mengikuti Aksi Jumat Bersih di lingkungan kantor.

Fokusnya jelas:

  • Membersihkan area sekitar gedung kantor utama, halaman depan, samping, dan belakang.

  • Menata area parkir pegawai dan tamu agar bebas sampah plastik dan puntung rokok.

  • Memilah sampah di sekitar kantor menjadi organik (daun, ranting, sisa makanan) dan anorganik (plastik, kertas, botol, kaleng).

  • Menyiapkan titik-titik biopori atau komposter sederhana untuk mengolah sampah organik di tempat.

Beberapa pegawai diarahkan berkoordinasi dengan pengelola bank sampah/TPS3R terdekat untuk memastikan sampah anorganik tidak berakhir lagi di tempat pembuangan liar, tapi masuk ke rantai pengelolaan yang benar.

Suasana cair dan penuh candaan khas pertemanan kantor, namun tetap dengan teliti membersihkan lingkungan sekitar : membiasakan pegawai perhubungan ikut turun langsung mengurus sampah, bukan cuma mengurus lalu lintas.

Konteks Nasional: Dari Rakornas hingga Halaman Kantor

Gerakan Indonesia ASRI bukan ide yang muncul tiba-tiba di Klaten. Dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya gerakan kebersihan nasional berbasis korve rutin di kantor-kantor pemerintah, BUMN, hingga lingkungan kerja lainnya.

Presiden meminta agar:

  • Kebersihan lingkungan kantor menjadi budaya, bukan kegiatan insidental.

  • Seluruh jajaran pemerintah meluangkan waktu minimal 30 menit sebelum jam kerja untuk membersihkan lingkungan sekitar.

  • Kegiatan kebersihan ini mendukung target Indonesia ASRI: aman, sehat, resik, dan indah, terutama terkait pengelolaan sampah dari hulu.

Instruksi tersebut kemudian diterjemahkan Mendagri dalam rencana surat edaran yang menetapkan hari Selasa dan Jumat sebagai hari kebersihan/korve nasional di lingkungan pemda.

Nota dinas Pj. Sekda Klaten adalah bentuk konkret penerjemahan arahan nasional itu di level daerah. Respon Dishub Klaten menunjukkan bahwa instruksi tersebut tidak berhenti di atas kertas

Dari “Korve” Jadi Budaya Kantor

Aksi Jumat Bersih di Dishub Klaten bukan cuma soal foto bareng sambil pegang sapu. Ada beberapa nilai yang ingin dibangun:

  • Contoh dari dalam: sebelum bicara soal ketertiban dan kedisiplinan pengguna jalan, Dishub menunjukkan bahwa mereka sendiri peduli pada ketertiban dan kebersihan lingkungan kerjanya.

  • Budaya gotong royong: kebersihan kantor bukan tugas cleaning service saja, tapi urusan semua pegawai.

  • Kesadaran pengelolaan sampah: dengan pemilahan, biopori, komposter, dan kerjasama bank sampah, pegawai merasakan langsung bahwa sampah itu bukan sekadar “buang lalu lupa”.

  • Konsistensi: karena di nota dinas ditegaskan untuk dilakukan secara rutin, Dishub punya PR untuk menjaga ritme - bukan hanya rajin di awal, lalu hilang perlahan.

Gerakan seperti ini sejalan dengan semangat yang sama ketika Dishub Klaten memperoleh predikat “Sangat Tinggi” pada penilaian Kematangan Organisasi Daerah (KOD) 2025: bukan sekadar angka di atas kertas, tapi soal kualitas cara kerja dan budaya organisasi di dalamnya.

Kebersihan bukan cuma urusan petugas kebersihan. Ini urusan semua orang yang ingin Klaten tampak keren ,bukan hanya di foto, tapi juga di keseharian.

Klaten Keren, Dishub Beken!

--

(ace/dishubklt)

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0