SALUD Dimulai dari Pagi! Siswa SD N 3 Ketandan Antusias Belajar Keselamatan Lalu Lintas Interaktif
Program SALUD Dishub Klaten hadir untuk siswa SD N 3 Ketandan dengan metode edukatif yang menyenangkan dan interaktif. Anak-anak belajar pentingnya keselamatan lalu lintas melalui simulasi dan pengalaman langsung di kantor Dinas Perhubungan.
Selasa pagi, 13 Januari 2026. Sebelum matahari meninggi, siswa-siswi SD Negeri 3 Ketandan sudah siap-siap dengan penuh semangat. Mereka akan menghadiri sesuatu yang jauh lebih seru dari rutinitasnya di sekolah, sebuah fieldtrip edukatif ke Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten untuk mengikuti Program SALUD (Sadar Lalu Lintas Usia Dini).
Tidak ada keterlambatan bus. Dua bus sekolah yang dikemudikan oleh Saiful dan Hari Tri dari Tim AOBT Dinas Perhubungan tiba tepat waktu dan siap membawa mereka dalam perjalanan yang akan mengubah cara mereka memandang keselamatan berlalu lintas.
Ini bukan hanya field trip biasa. Ini adalah investasi nyata untuk generasi muda Klaten yang lebih aman, tertib, dan sadar akan pentingnya disiplin berlalu lintas.
Sambutan Hangat di Halaman Kantor Dishub
Setibanya di halaman depan Kantor Dinas Perhubungan Klaten, anak-anak disambut dengan suasana yang penuh kehangatan dan kegembiraan. Tim Among Tamu, yang terdiri dari Kepala Bidang Angkutan, Kasie MRLL& PJU, Kasub Bag Umum Kepegawaian, dan Kasie Dalops, sudah berdiri rapi dengan senyuman lebar.
Sambutan itu bukan sekedar formalitas. Ini adalah pesan penting: "Kalian dihargai. Keselamatan kalian adalah prioritas kami." Anak-anak langsung merasa special.
Perkenalan singkat Dishub disampaikan dengan bahasa yang sederhana namun powerful: "Dinas Perhubungan adalah lembaga pemerintah yang menjaga jalan dan transportasi agar semua orang bisa bepergian dengan aman. Kami di sini untuk mengajari kalian agar tumbuh menjadi pengguna jalan yang cerdas dan tertib."
Sekali lagi, pesan itu tertanam di benak anak-anak. Dishub bukan sekadar institusi formal yang jauh. Dishub adalah teman mereka dalam perjalanan menuju keselamatan.
Foto Kenang-Kenangan: Momen yang Tak Terlupakan
Sebelum masuk ke sesi edukatif, semua anak-anak difoto bersama di depan kantor Dishub. Alex, tim dokumentasi, dengan cermat mengabadikan setiap senyuman mereka. Foto itu akan menjadi bukti fisik bahwa mereka pernah bagian dari sesuatu yang bermakna, program keselamatan yang peduli pada mereka.
Ruang Pengujian: Belajar tentang Kendaraan yang Aman
Perjalanan edukatif dimulai dengan kunjungan ke Ruang Pengujian Kendaraan (Sie TKSA), yang dipandu langsung oleh Bp Gunawan, Kasie TKSA. Di ruang ini, anak-anak diajak melihat langsung bagaimana proses pengujian kendaraan dilakukan.
Penjelasan ini bukan sekedar teori. Anak-anak diajak menyentuh langsung komponen kendaraan, membuka maskin, dan melihat secara visual bagaimana sebuah kendaraan bekerja. Pembelajaran kinetik seperti ini jauh lebih berbekas daripada sekedar mendengarkan di kelas.
Rudi dan Yudi sangat sabar menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis dari anak-anak:
-
"Mas, kalau rem berhenti, apakah penumpang bisa terlempar?"
-
"Bagaimana kalau lampu mobil mati di jalan malam?"
-
"Kenapa motor lebih gampang jatuh dibanding mobil?"
Setiap pertanyaan adalah kesempatan untuk mendalamkan pemahaman. Tidak ada pertanyaan yang dianggap bodoh.
CCRoom: Mengenal Teknologi Manajemen Lalu Lintas Modern
Setelah melihat kendaraan dari sisi fisik, anak-anak diajak masuk ke era digital. Mereka mengunjungi CCRoom (Control Center Room) yang menampilkan sistem manajemen lalu lintas modern Kabupaten Klaten. Pemandu mereka adalah Masud dan Galih dari Seksi Manajemen Rekayasa.
Di sini, anak-anak berada di "otak Dishub" yang mengawasi seluruh lalu lintas Klaten secara real-time. Mereka melihat:
Layar Monitor Besar - Menampilkan arus lalu lintas di berbagai titik strategis Klaten. Kamera CCTV menangkap setiap gerakan kendaraan.
Dashboard Analitik - Data tentang kemacetan, kecelakaan, dan pelanggaran lalu lintas ditampilkan dalam format yang mudah dipahami.
Ruang Rapat: Sesi Edukatif Interaktif yang Mengedukasi & Menghibur
Setelah dua sesi praktis, saatnya sesi edukatif utama di Ruang Rapat. Di sini, suasana lebih formal namun tetap hangat dan interaktif. Sahrul sebagai MC membuka acara dengan energik dan humor yang cocok untuk anak-anak.
Sambutan Sekretaris Dinas Perhubungan:
Sekretaris Dinas Perhubungan hadir dan memberikan sambutan yang menyentuh hati:
"Anak-anak yang luar biasa! Kalian adalah generasi penerus Klaten. Masa depan Klaten ada di tangan kalian. Oleh karena itu, Dishub ingin memastikan bahwa kalian tumbuh dengan pengetahuan yang benar tentang keselamatan berlalu lintas. Bukan hanya untuk kalian, tetapi juga untuk orang-orang di sekitar kalian. Karena hari ini kalian belajar, besok kalian bisa mengajarkan kepada teman dan keluarga."
Pesan itu jelas: pendidikan keselamatan adalah tanggung jawab bersama dan akan berdampak generasional.
Sosialisasi Keselamatan Lalu Lintas: Materi Edukatif yang Menarik
Narasumber adalah Sahrul, Vella, Arifin, dan Salsa dari Tim Dalops.
Materi yang disampaikan:
1. Perkenalan Dishub vs Polisi
"Kalian tahu bedanya Dishub dan Polisi? Dishub mengurus jalan, transportasi, dan keselamatan berlalu lintas yang bersifat edukatif. Polisi mengurus keamanan dan ketertiban secara umum. Kita bekerja sama untuk membuat Klaten lebih aman. Jadi, kalau kalian lihat Dishub atau Polisi di jalan, itu tanda bahwa kalian dijaga."
2. Pentingnya Memakai Helm
Narasumber membawa helm asli dan melakukan demonstrasi visual yang dramatis. Mereka menjelaskan:
"Helm adalah topi penyelamat. Kalau terjadi kecelakaan, helm akan melindungi kepala kalian. Kepala adalah bagian paling penting dari tubuh kita. Tanpa kepala, kita tidak bisa hidup. Jadi, setiap kali naik motor atau sepeda, HARUS pakai helm. Tidak ada kompromi. Tidak ada pengecualian."
Anak-anak dibiarkan memakai helm dan merasakan beratnya. Ini membuat pengetahuan mereka lebih konkret.
3. Memahami Lampu Lalu Lintas
Dengan menggunakan visualisasi atau bahkan simulasi video, narasumber menjelaskan:
-
Merah = BERHENTI - "Lampu merah adalah perintah dari Dishub kepada kalian untuk berhenti. Tunggu sampai berubah hijau."
-
Kuning = SIAP - "Lampu kuning adalah peringatan bahwa akan berubah merah. Segera bersiap untuk berhenti."
-
Hijau = JALAN - "Lampu hijau adalah izin untuk jalan. Tetapi masih harus lihat kiri-kanan untuk memastikan tidak ada mobil yang melanggar."
Narasumber bahkan mengajak anak-anak untuk bernyanyi lagu yang catchy: "Merah berhenti, kuning siap, hijau jalan dengan selamat!"
4. Rambu-Rambu Lalu Lintas
Menggunakan peraga rambu-rambu asli yang dibawa ke ruang rapat, narasumber menjelaskan:
-
Rambu Stop (Merah Putih Segi Delapan) - "STOP berarti harus berhenti penuh sebelum melanjutkan perjalanan. Ini adalah rambu paling penting!"
-
Rambu Larangan - "Rambu dengan lingkaran merah dan garis diagonal berarti tidak boleh. Contoh: tidak boleh parkir, tidak boleh masuk, tidak boleh balik arah."
-
Rambu Peringatan - "Rambu kuning dengan berbagai simbol adalah peringatan. Hati-hati ada sesuatu. Contoh: hati-hati anak-anak, hati-hati jembatan, hati-hati tikungan."
-
Rambu Petunjuk - "Rambu biru atau hijau adalah petunjuk. Menunjukkan arah ke suatu tempat atau informasi penting."
Anak-anak diajak untuk mengidentifikasi rambu-rambu dan menjelaskan arti mereka. Gamifikasi pembelajaran seperti ini membuat anak-anak lebih engaged dan lebih mudah mengingat.
5. Cara Menyeberang dengan Aman
Ini adalah sesi yang paling praktis. Narasumber mendemonstrasikan langkah-langkah aman menyeberang:
-
Cari Lokasi yang Benar , "Menyeberang harus di zebra cross atau lampu lalu lintas. Jangan menyeberang di tengah jalan atau di tempat yang tidak ditentukan."
-
Lihat Sebelum Bergerak , "Lihat ke kiri, ke tengah, ke kanan. Pastikan tidak ada mobil yang datang. Kalau ada mobil, tunggu sampai lewat."
-
Tunggu Lampu Hijau atau Aman , "Di zebra cross, tunggu sampai lampu lalu lintas berwarna hijau. Di tempat lain, pastikan tidak ada mobil dari segala arah."
-
Jalan Cepat, Tapi Jangan Berlari , "Setelah yakin aman, jalan cepat ke seberang. Tapi jangan berlari, karena kalau jatuh akan sakit. Jalan cepat saja sudah cukup."
-
Terus Awasi Sekitar Sambil Menyeberang , "Saat sedang menyeberang, tetap lihat ke segala arah. Ada kemungkinan ada mobil yang tidak mematuhi rambu."
6. Keselamatan sebagai Penumpang
"Kalau kalian naik mobil bersama orangtua atau di sekolah, ingat tiga hal penting:
-
Pakai sabuk pengaman kalau di mobil
-
Duduk dengan posisi yang benar (bukan pegang pintu dari luar, bukan gelayangan dari jendela)
-
Dengarkan nasihat pengemudi tentang keselamatan"
Sesi Tanya Jawab & Interaksi
Narasumber membuka sesi tanya jawab. Anak-anak dengan antusias mengangkat tangan:
"Mas, kalau lampu lalu lintas rusak, bagaimana?" , "Bagus banget pertanyaannya! Kalau lampu rusak, kita (Dishub) akan perbaiki dalam waktu sesingkat mungkin. Kalian juga bisa lapor melalui aplikasi LaporMasBup atau via whatsapp Pengaduan. Masalah kalian adalah masalah kami!"
"Kenapa helm harus pakai?" - "Pertanyaan yang paling penting! Helm melindungi kepala kita dari benturan. Kalau kepala bentur tanpa helm, bisa luka parah atau bahkan meninggal. Helm bisa mengurangi risiko itu sampai 70%! Jadi, helm itu penyelamat nyawa!"
Setiap anak yang bertanya diberikan pujian, "Wah, kamu kritis banget! Terus bertanya seperti itu ya!".
Simulasi & Permainan Edukatif
Untuk mempertahankan energi dan engagement, narasumber mengajak anak-anak bermain permainan edukatif:
Permainan Rambu-Rambu , "Aku akan menunjukkan rambu, kalian bilang artinya!" Anak-anak berlomba menjawab dengan benar.
Simulasi Menyeberang , Beberapa anak diminta untuk menyeberang "simulasi" sambil tim mengawasi apakah mereka melakukannya dengan aman.
Lagu Keselamatan Berlalu Lintas , Narasumber mengajak anak-anak bernyanyi dengan nada yang catchy: "Pakai helm itu wajib, jangan pernah tunda. Menyeberang di zebra cross, jangan sembarangan. Lalulintas tertib dimulai dari sini, kita jaga keselamatan untuk generasi muda Klaten!"
Sesi Foto Bersama & Penutupan
Sebelum menutup acara, semua anak-anak difoto kembali bersama narasumber. Momen ini adalah pengakuan formal: kalian telah menyelesaikan SALUD dan menjadi "Duta Keselamatan Usia Dini".
Kasie Dalops memberikan sambutan penutup:
"Kalian semua adalah Duta Keselamatan Klaten sekarang. Tugas kalian adalah membagikan pengetahuan ini kepada teman-teman kalian, adik-adik kalian, dan terutama orang tua kalian. Kalian adalah jembatan antara Dishub dan masyarakat. Terima kasih telah belajar dengan baik hari ini. Pulang dengan selamat, ya!"
Perjalanan Pulang dengan Aman
Saiful dan Hari Tri kembali mengangkut anak-anak ke SD N 3 Ketandan. Kali ini, perjalanan pulang adalah kesempatan anak-anak untuk mempraktikkan pengetahuan yang baru saja mereka terima. Mereka mengamati lampu lalu lintas, rambu-rambu, dan perilaku pengemudi di jalan. Beberapa anak bahkan berbisik kepada teman: "Lihat, itu rambu stop! Itu rambu larangan parkir! Driver itu tidak memakai helm, salah!"
Apresiasi & Komitmen Berkelanjutan
Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada:
SD Negeri 3 Ketandan - Atas kerja sama dan kepercayaan dalam menyelenggarakan program SALUD.
Tim Dishub Klaten - Atas dedikasi, profesionalisme, dan kemanusiaan yang luar biasa.
Orang Tua Peserta - Atas dukungan dan kepercayaan.
Siswa SD N 3 Ketandan - Atas antusiasme, partisipasi aktif, dan semangat belajar yang menginspirasi.
Komitmen Dishub adalah untuk terus menyelenggarakan program SALUD di setiap sekolah di Klaten, agar setiap generasi muda mendapat kesempatan yang sama untuk belajar keselamatan berlalu lintas sejak dini.
Penutup: Investasi Terbaik untuk Masa Depan
Program Sadar Lalu Lintas Usia Dini (SALUD) yang diselenggarakan untuk siswa SD N 3 Ketandan adalah investasi terbaik yang bisa diberikan kepada generasi muda. Investasi ini bukan dalam bentuk uang atau barang, tetapi dalam bentuk pengetahuan, kesadaran, dan karakter.
Setiap anak yang pulang dengan pengetahuan baru tentang keselamatan berlalu lintas adalah bibit harapan untuk Klaten yang lebih aman dan tertib di masa depan. Ketika mereka tumbuh dewasa, mereka akan membawa nilai-nilai keselamatan ini ke dalam setiap keputusan dan tindakan mereka di jalan raya.
Bersama-sama, dengan dukungan sekolah, keluarga, dan masyarakat, Dishub Klaten berkomitmen untuk mewujudkan Klaten yang terang, aman, dan sejahtera untuk semua pengguna jalan.
Keselamatan Berlalu Lintas Dimulai dari Pendidikan. Pendidikan Dimulai dari Anak-Anak Seperti Kalian!
--
(ace/dishubklt)
What's Your Reaction?




