Perbaikan PJU Troketon SMP 2 Pedan , Dari Aduan Sampai "Matur Sembah Nuwun"

Lampu PJU di Troketon Pedan dilaporkan padam sejak 26 Januari 2026. Tim PJU Dishub Klaten perbaiki 12 Februari dan langsung menyala. Warga ucap terima kasih lewat WhatsApp. Simak alasan jeda perbaikan dan cara lapor PJU padam!

Perbaikan PJU Troketon SMP 2 Pedan , Dari Aduan Sampai "Matur Sembah Nuwun"
Perbaikan PJU Troketon SMP 2 Pedan , Dari Aduan Sampai "Matur Sembah Nuwun"
Perbaikan PJU Troketon SMP 2 Pedan , Dari Aduan Sampai "Matur Sembah Nuwun"
Perbaikan PJU Troketon SMP 2 Pedan , Dari Aduan Sampai "Matur Sembah Nuwun"
Perbaikan PJU Troketon SMP 2 Pedan , Dari Aduan Sampai "Matur Sembah Nuwun"

Lampu PJU di ruas Troketon, SMP 2 Pedan dilaporkan mati sejak 26 Januari 2026. Tim PJU Dishub Klaten turun tangan pada 12 Februari dan lampu langsung kembali menyala. Pelapor mengirim ucapan terima kasih di hari yang sama. Simak cerita lengkapnya!

Kadang yang bikin senang itu bukan hal yang besar. Kadang cukup lampu jalan yang kembali nyala di depan rumahmu, di jalan yang selama ini gelap dan bikin was-was setiap malam.

Ini cerita soal satu aduan warga, satu perbaikan, dan satu ucapan terima kasih yang hangat banget.

Satu Malam, Satu Pesan yang Nggak Bisa Diabaikan

Senin malam, 26 Januari 2026 pukul 19.07 WIB. WhatsApp Pengaduan Dishub Klaten menerima pesan dari seorang warga:

"Selamat malam pak. Melaporkan untuk lampu jalan raya alamat Troketon, Pedan. Tepatnya depan Toko Bangunan Muncul Baru ke timur sampai depan SMP 2 Pedan mati pak. Mohon untuk ditindaklanjuti perbaikan. Daerah rawan kecelakaan pak."

Singkat. Sopan. Tapi isinya serius.

Ruas Troketon sampai depan SMP 2 Pedan itu bukan jalan sepi. Setiap malam, jalur ini dilewati puluhan kendaraan dari motor, mobil, truk. Dan kalau lampu jalan mati di ruas yang memang dikenal rawan kecelakaan, itu bukan soal kenyamanan lagi, tapi soal keselamatan.

17 Hari, Lama? Ini Penjelasannya

Kita nggak mau bohong. Dari aduan masuk tanggal 26 Januari sampai perbaikan dilakukan tanggal 12 Februari, ada jeda 17 hari. Dan kita tahu, buat warga yang setiap malam melewati jalan gelap itu, 17 hari terasa lama banget.

Tapi begini faktanya.

Pertama, sparepart PJU nggak selalu tersedia di gudang. Komponen seperti lampu LED, driver, kabel, dan MCB itu ada masa pakainya. Kalau stok habis, tim harus menunggu proses pengadaan yang membutuhkan waktu. Ini bukan alasan, tapi kenyataan operasional yang nggak bisa dilompati begitu saja.

Kedua, Tim PJU punya sistem kerja yang namanya antrian perbaikan searah. Jadi kalau ada beberapa titik PJU yang perlu diperbaiki di lokasi yang searah atau berdekatan, tim akan mengerjakan semuanya dalam satu perjalanan. Kenapa? Supaya bahan bakar nggak boros dan hasilnya lebih maksimal, satu trip bisa menyelesaikan banyak titik sekaligus, bukan cuma satu.

Ketiga, jumlah aduan yang masuk ke Dishub Klaten itu banyak. Bukan cuma dari Pedan, tapi dari seluruh kabupaten. Tim PJU bekerja dengan prioritas berdasarkan tingkat urgensi dan ketersediaan sumber daya. Setiap aduan tercatat, setiap titik masuk antrian, dan semuanya pasti dikerjakan.

Jadi bukan karena disengaja, bukan karena diabaikan. Tim sudah bergerak sesuai kapasitas yang ada. Dan pada akhirnya, hasilnya bicara.

Kamis Sore, Lampu Nyala. Kamis Malam, "Matur Sembah Nuwun!"

Kamis, 12 Februari 2026 pukul 15.26 WIB. Tim PJU Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten tiba di lokasi. Titik yang diperbaiki: ruas Troketon, depan SMP 2 Pedan , persis seperti yang dilaporkan.

Perbaikan selesai. Lampu kembali menyala.

Dan belum genap tiga jam setelah perbaikan, pukul 18.22 WIB, pesan masuk lagi di WhatsApp Pengaduan. Tapi kali ini bukan aduan. Ini ucapan terima kasih:

"Matur sembah nuwun, lampu sudah nyala."

Empat kata. Dua emoji. Tapi efeknya luar biasa buat tim yang sudah bekerja keras seharian di bawah terik matahari, naik turun tiang, ganti komponen satu per satu.

Ini yang bikin kerja Tim PJU terasa bermakna. Bukan penghargaan dari panggung, tapi ucapan tulus dari warga yang merasakan langsung manfaatnya.

Kenapa Cerita Ini Penting?

Karena ini bukan cerita pertama, dan pasti bukan yang terakhir.

Beberapa hari lalu, kita juga menulis soal perbaikan PJU di Karangdowo, 5 titik selesai dalam sehari setelah Kepala Desa melaporkan lewat WhatsApp. Polanya sama: aduan masuk, tim bergerak, titik diperbaiki, warga merasakan hasilnya.

Pola ini yang ingin kita jaga dan perkuat.

Tapi kita juga ingin jujur: nggak semua aduan bisa langsung ditindaklanjuti keesokan harinya. Ada kendala nyata yang dihadapi Tim PJU di lapangan, ketersediaan sparepart, jarak lokasi, jumlah antrian perbaikan, dan keterbatasan personel. Itu semua nyata dan kita nggak mau menutup-nutupinya.

Yang bisa kita jamin adalah: setiap aduan tercatat, setiap titik masuk dalam sistem, dan setiap lampu yang mati pasti akan kembali menyala. Soal waktu? Kita usahakan secepat mungkin dengan sumber daya yang ada.

Punya Lampu Jalan yang Mati? Langsung Lapor!

Nggak perlu bingung mau lapor ke mana. Tinggal buka WhatsApp dan kirim pesan:

  • WhatsApp Pengaduan Dishub Klaten: 0857-1278-3670 (chat only)

  • LaporMasBup: 0856-7567-333 (chat only)

Tips biar aduan cepat ditindaklanjuti:

  • Sebutkan lokasi sejelas mungkin (nama jalan, patokan terdekat, kelurahan/desa, kecamatan)

  • Kalau bisa, kirim foto kondisi PJU yang padam

  • Sampaikan kalau lokasi tersebut rawan kecelakaan , ini jadi pertimbangan prioritas

Satu pesan dari kamu bisa menerangi jalan pulang banyak orang. Dan siapa tahu, setelah lampu nyala, kamu juga bakal bilang: "Matur sembah nuwun!" 

Gelap itu bukan akhir cerita. Karena begitu aduan masuk, Tim PJU Dishub Klaten bergerak.

Klaten Keren, Dishub Beken!

--

(ace/dishubklt)

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0